Terbakar Tahun 1973, Mesjid Tertua Di Pulau Siompu Mulai Direnovasi, Bupati Arusani: Anggarannya Rp 1,1 Miliar Dari APBD Busel
Bagikan

PUBLIKSATU.CO - Salah satu bukti sejarah masuknya Islam di jazirah Kesultanan Buton adalah masih berdirinya sejumlah bangunan mesjid. Ada yang masih dengan konstrukasi lama berbahan kayu, ada palu yang sudah direnovasi dengan menggunakan beton.
Di Pulau Siompu tepatnya di Kecamatan Siompu Barat, mesjid tertua ludes terbakar pada tahun 1973, menyisakan puing-puing kayu.
Padahal mesjid tersebut menjadi salah satu mesjid tertua yang dibangun setelah Mesjid Agung Keraton Kesultanan Buton. Masjid ini dibangun tak jauh dari Benteng Wabula, di Kecamatan Siompu Barat.
"Ini salah satu mesjid tertua yang dibangun setelah Mesjid Agung Keraton Kesultanan Buton. Tapi pada tahun 1973, terbakar. Ini mesjid dibangun berdampingan dengan Benteng Wabula, yang luasnya nomor dua setelah Keraton Buton," jelas Arusani sambil menunjukan lokasi Benteng Wabula.
Setelah sekian puluh tahun pasca terbakar, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan (Busel) di bawah kepemimpinan Bupati H. La Ode Arusani memberikan perhatian serius terhadap masjid yang menjadi simbol peradaban Islam di jazirah eks Kesultanan Buton, khususnya di Pulau Siompu, Kecamatan Siompu Barat.
Tahun 2021 ini, Pemkab Busel menggelontorkan anggaran sebesar Rp 1,1 miliar lebih untuk renovasi masjid tersebut. Proses pengerjaannya sementara berjalan. Bupati Busel, H. La Ode Arusani turun langsung meninjau proses pengerjaannya, pada Kamis (15/4/2021).
"Jadi mesjid ini akan menjadi Mesjid Raya Kecamatan Siompu Barat. Anggaran untuk rehab ini Rp 1,1 miliar lebih dari APBD Busel," demikian Arusani. (sr)