Pemkab Buton Berembuk Bahas Stunting
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON - Pemerintah Kabupaten Buton berembuk membahas percepatan penanganan penurunan stunting di bumi penghasil aspal.
Wakil Bupati Buton, Iis Elianti membuka rembuk stunting tersebut. Rembuk ini bertemakan melalui program kerja terintegrasi lintas sektor mari kita cegah stunting di Kabupaten Buton.
Giat tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Buton, gedung A, lantai 2, Kompleks Perkantoran Pemkab Buton, Senin (10/05/2021).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buton, Ahmad Mulia selaku Ketua tim Koordinasi Penanggulangan Stunting menjelaskan penanganan stunting di Kabupaten Buton melalui konvergensi program telah memberikan hasil yang cukup baik. Di mana berdasarkan data yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Buton yang telah dianalisis situasi sebagai aksi satu beberapa bulan yang lalu menunjukkan data stunting 2019 sebesar 27,07% dan pada tahun 2020 menjadi 22,31% , dalam kurung waktu 2 tahun terakhir cenderung mengalami penurunan 4,75%. Begitupula proporsi saham pendek mengalami penurunan dari 850 balita atau 37% menjadi 551 balita atau 27%.
Pencapaian tentunya berkat adanya konvergensi program di semua sektor.
Konvergensi percepatan pencegahan stunting adalah intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu, dan bersama-sama menyasar kelompok sasaran prioritas yang tinggal di desa untuk mencegah stunting. Penyelenggaraan intervensi, baik gizi spesifik maupun gizi sensitif, secara konvergen dilakukan dengan mengintegrasikan dan menyelaraskan berbagai sumber daya untuk mencapai tujuan pencegahan stunting.
Sementara itu, Wakil Bupati Buton,Iis Elianti menyampaikan sebagai pemerintah, daerah berperan dalam mewujudkan Indonesia menjadi negara yang utuh serta dapat menumbuhkan ekonomi yang bersifat ilmiah menjadi nasional untuk itu diperlukan sumber daya manusia yang maksimal.