Kakanwil Sultra Harap FKUB Buton Jadi Agen Moderasi Beragama
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Buton berdialog membahas pemeliharaan keharmonisan dan kerukunan umat beragama masa pandemi covid-19.
Giat itu berlangsung di aula kantor Kementerian Agama (Kemenag) Buton, Senin (31/5/2021).
Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Fesal Musaad mengharapkan dialog tersebut mampu menjadi benteng perdamaian, kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat yang beragam. Untuk itu, peran FKUB sangat dibutuhkan untuk menyatukan umat beragama dan menangkal isu-isu yang bisa menciptakan perpecahan di masyarakat.
"Peran FKUB sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana hidup rukun, damai dan saling menghargai antar pemeluk agama. FKUB merupakan instrumen pemerintah daerah yang dibangun dengan undang-undang, sehingga banyak regulasi di dalamnya," jelas Kakanwil.
Tidak hanya itu, Kakanwil juga kembali mengajak seluruh pengurus dan anggota FKUB Kabupaten Buton, agar menjadi agen moderasi beragama di masyarakat.
"Agama sudah moderat, yang tidak moderat itu adalah pemahaman, sikap dan perilaku seseorang dalam memahami ajaran agamanya. Sehingga, banyak berkembang radikalisme, terorisme dan tidak mengakui keberadaan agama lain. Inilah yang dikhawatirkan, karena bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," imbuh Kakanwil.
Kakanwil menambahkan, bahkan saat ini dimasyarakat ada sekelompok orang dengan faham transnasional, yakni ingin mmbenturkan agama dan Pancasila. Padahal, dalam Pancasila sudah terkandung nilai-nilai agama. Semestinya, bangsa Indonesia bersyukur memiliki Pancasila yang merupakan pagar keberagaman.
"Saya berharap, keberagaman ini tetap terjaga melalui peran FKUB. FKUB juga diharapkan mampu untuk memberikan pemahaman tentang moderasi beragama bagi masyarakat, melalui dialog kerukunan umat beragama bagi anak-anak muda dan melibatkan insan pers," pungkasnya.(*)