Buteng

Tak Ada Informasi Penginputan Data, Penyebab Buteng Disclaimer Inovasi Daerah

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 21 Juni 2021 16:33 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Tak Ada Informasi Penginputan Data, Penyebab Buteng Disclaimer Inovasi Daerah

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Kabupaten Buton Tengah (Buteng) menjadi salah satu dari 55 kabupaten di Indonesia yang tidak dapat dinilai inovasinya (Disclaimer) berdasarkan penilaian indeks inovasi daerah tahun 2020 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Hasil penilaian tersebut disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kemendagri RI, Agus Fatoni, pada acara pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri bagi bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota secara virtual, Rabu (16/6/2021).

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Pemkab Buteng) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menegaskan, bahwa penyebab Buteng tidak dapat dinilai inovasi daerahnya karena tidak adanya informasi penginputan data yang dibutuhkan Kemendagri untuk menilai indeks inovasi daerah Kabupaten Buteng tahun 2020.

"Tidak ada informasi sebelumnya yang kami terima untuk melakukan peginputan data sebagaimana dibutuhkan Kemendagri untuk menilai indeks inovasi daerah Kabupaten Buteng," ungkap Kepala Bappeda Kabupaten Buteng, LM Syamsuddin Pamone, saat dikonfirmasi media ini, Minggu (20/6/2021).

Syamsuddin mengaku, ia baru mengetahui ada penilaian indeks inovasi daerah tersebut setelah dirinya membaca berita di media sosial yang menyebut Kabupaten Buteng disclaimer atau tidak bisa dinilai inovasi daerahnya dari Kemendagri.

"Seandainya ada informasi sebelumnya, pasti akan kami siapkan dan inputkan data-data yang dibutuhkan Kemendagri dalam melakukan penilaian indeks inovasi daerah tersebut. Jelas kalau sudah kita input, tidak mungkin Kabupaten Buteng mendapat disclaimer," tandasnya.

Maka itu, pihaknya secepatnya akan berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Balitbang Kemendagri untuk mendapatkan petunjuk mengikuti penilaian indeks inovasi daerah ini. Apa saja indikator penilaiannya dan data-data apa saja yang dibutuhkan untuk pengisian atau penginputannya melalui website.(uzi)

Bagikan