Bupati Arusani: Butuh Sinergitas Antara Pemkab Dan Pemprov Untuk Kembangkan Produk Lokal Daerah
Bagikan

PUBLIKSATU.CO - Wilayah administrasi Kabupaten Buton Selatan (Busel) terdiri dari tujuh kecamatan dengan jumlah desa 60 dan 10 kelurahan. Masing-masing desa memiliki yang berbeda-beda.
Geliat pembangunan desa pun mulai nampak dengan pemanfaatan dana desa yang digelontorkan oleh pemerintah pusat. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pembangunan ekonomi melalui program pemberdayaan yang motori Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Seperti Desa Bola, Kecamatan Batauga yang mengembangkan potensi perkebunan ubi kayunya.
Melalui BUMDes, kini komoditi ubi kayu diolah menjadi produk Kaopiku. Produk ini telah masuk di pasar-pasar lokal di wilayah Busel dan sekitarnya.
Kaopiku menjadi salah satu produk lokal daerah yang mencuri perhatian Bupati Busel, H. La Ode Arusani.
"Desa Bola menjadi sentra perkebunan ubi kayu yang saat ini telah menjadi produk lokal daerah dalam bentuk Kaopiku dan produk lainnya. Inovasi dan kretifitas seperti ini sangat baik untuk peningkatan ekonomi masyarakat," kata Arusani saat menghadiri acara Adat Pilumeano We'e atau Pembersihan Mata Air di Desa Bola, Rabu (23/6/2021).
Di acara adat yang dihadiri Staf Ahli Wakil Gubernur Sultra dan Sekertaris Daerah Busel, La Siambo itu, menurut Arusani, harus ada sinergitas antara Pemkab Busel dengan Pemprov Sultra untuk mengembangkan produk lokal daerah. Hal ini penting untuk terus mendorong perekonomian masyarakat.