Ada Peningkatan Kasus, RSUD Buton Stop Terima Pasien Rujukan Baubau

PUBLIKSATU, BUTON - Rumah Sakit Umum Kabupaten Buton berhenti menerima pasien rujukan dari Kota Baubau. Hal ini menyusul meningkatnya penderita covid-19 di Kabupaten Buton.
Jangan sampai, kata Direktur RSUD Buton, dr Ramli Code, menerima pasien asal Baubau, tapi justru mengorbankan masyarakat Buton.
"Kemarin kita masih (terima pasien Baubau), karena dalam hal merujuk itu kan ada, sepanjang tidak putus, sebenarnya kita terima karena ini tidak ada perbedaan wilayah kalau masalah menangani pasien. Cuma kemarin saya sudah tolak semua pasien untuk persiapan masyarakat kita di sini. Karena jangan sampai ada lonjakan kasus justru masyarakat kita yang tidak tertangani. Sementara tidak ada opsi merujuk ke Kota Baubau. Siloam sama Palagimata penuh," ujar dia belum lama ini.
Lanjut, Ramli menjelaskan akibat adanya peningkatan kasus, Bupati bersama Kapolres Buton melakukan peninjauan. Bagaimana mengantisipasi kamar isolasi yang kapasitasnya terbatas. Hanya 10 ruangan. Enam diantaranya sudah terisi.
"Saya sudah laporkan sama beliau bahwa ada peningkatan kasus. Bagaimana penanganan kasus, karena kamar isolasinya kita itu cuma 10 tempat tidur. Sekarang itu ada enam terisi, dua lagi mengantri di UGD. Jadi kalau masuk dua lagi berarti delapan kan. Dua tersisa. Itu yang menjadi kendala. Sehingga kami undang pak Bupati supaya melihat secara langsung bagaimana persiapan kami," ujarnya.
"Persiapan kami itu akan ada, misalnya kamar isolasi lebih 10. Maka ada ruangan yang kita jadikan ruang isolasi. Yaitu ruang penyakit bedah, bedah nanti gabung dengan penyakit dalam, karena tidak ada opsi merujuk. Karena di Baubau pun merujuk ke sini. Kalau dulu kita penuh ruangan kita rujuk ke Baubau terus. Sekarang tidak ada. Harus betul-betul kita rawat sendiri di rumah sakit kita di sini," sambungnya.
Peliput: Agusrin