Opini

Andi Kasim "Sulewatang Kolaka", Pejuang Kedaulatan RI yang Terlupakan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Minggu, 15 Agustus 2021 21:43 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Andi Kasim "Sulewatang Kolaka", Pejuang Kedaulatan RI yang Terlupakan

HISTORIOGRAFI perjuangan rakyat di kabupaten Kolaka yang mengetengahkan sosok sentral sejumlah tokoh masih sangat minim.

Beberapa catatan pelaku sejarah yang dijadikan data primer penulisan, selama ini belum memberi gambaran secara detail biografi para tokoh dan posisinya yang berpengaruh langsung pada perjuangan bersenjata di Kolaka, dan secara umum di Sulawesi Tenggara.

“Kolaka de facto, Muh Jufri dkk, Pemda Dati II Kolaka 1973” merupakan tulisan sejarah perjuangan rakyat Kolaka yang bersumber dari kumpulan berbagai catatan pelaku langsung, serta “Luwu dalam Revolusi, karangan Sanusi Dg Matta, 1963” menjadi rujukan penulisan sejarah, meski kritik sumber sebagai salah satu tahap dalam penelitian sejarah sampai saat ini belum dilakukan.

Beberapa penelitian seperti “Sejarah Sulawesi Tenggara, dan 40 Tahun Sultra Membangun, H. Rustam E Tamburaka dkk, 2004” dan “Sejarah Daerah Kolaka, H Anwar Hafid, 2009” lebih bersifat umum dan lebih bertemakan politik. Demikian pula “Peradaban Mekongga Kolaka, Basrin Melamba, 2012” lebih menekankan aspek sosial dan budaya.

Berbagai tulisan di atas belum menemukan evidence tokoh sentral dan peranannnya dalam sejarah perjuangan rakyat Kolaka tahun 1945 hingga 1949. Meski demikian tetap harus diakui bahwa tulisan-tulisan tersebut cukup untuk menambah khazanah sejarah Kolaka (Kolaka-Kolut-Koltim) sekaligus sebagai penggambaran daerah perjuangan bersenjata di Sulawesi Tenggara.

Kolaka yang resmi berdiri menjadi sebuah kabupaten tahun 1959 merupakan wilayah perjuangan di Sulawesi Tenggara dalam kurun waktu 1945-1949 dalam mempertahankan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejumlah tokoh yang berpengaruh langsung sesuai peran masing-masing, telah terlupakan, seperti; Ahmad Sanusi, Andi Kasim, Indumo, Martinus Yoseph, Ali Kamri, Jufri Tambora, Abdul Wahid Rahim, Supu Yusuf, Konggoasa Latambaga, Badewi, Yunus Makajareng, Halide, Nur Latamoro, Supu Rate-rate, Abu Baeda, Lappase, Issac Marten Ohyver, Kabasima dan Andi Punna.

Bagikan