Ali Mazi: RSOGJ Provinsi Sultra Dibangun Pemerintah Pusat

PUBLIKSATU, KENDARI - Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bagian dari salah satu rencana pemerintah pusat untuk membangun Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Menko PMK Muhadjir Effendy untuk segera membangun RSOGJ yang layak.
Demikian dikatakan Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) H Ali Mazi, SH ketika mengkonfirmasi rencana Pemerintah Pusat membangun RSJ di Sultra, melalui video konferensi dengan Gubernur di enam provinsi di Indonesia, yang disampaikan Juru Bicara Gubernur Sultra, Ilham Q. Moehiddin melalui rilis Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov Sultra, Selasa (24/8).
Ali Mazi mengatakan mengingat Sultra masih belum memiliki RSJ atau rumah sakit khusus kesehatan jiwa yang layak. Bahkan masih ada enam provinsi di Indonesia yang tidak memiliki Rumah Sakit Orang Gangguan Jiwa (RSOGJ), yakni Sulawesi Tenggara (Sultra), Papua Barat, Sulawesi Barat, Gorontalo, Kalimantan Utara, dan Kepulauan Riau.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., mengatakan pemerintah akan memberikan perhatian khusus terhadap beberapa provinsi yang masih belum mempunyai Rumah Sakit Orang Gangguan Jiwa (RSOGJ). Ini dikatakan Menko Muhajir Effendy dalam video konferensi dengan Gubernur di enam propinsi di Indonesia, antara lain: Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Sulawesi Barat, Gorontalo, Kalimantan Utara, dan Kepulauan Riau.
“Presiden Joko Widodo telah memerintahkan agar kementerian terkait segera membangun RSOGJ,” ujar Gubernur Ali Mazi.
Gubernur Ali Mazi di dampingi Direktur RSJ Kendari dr. H. Abdul Razak, S.Ked, M.Kes., Asisten II Setda Prov. Sulawesi Tenggara Drs. Suharno, M.TP., Kadis Komunikasi dan Informatika Prov. Sultra M. Ridwan Badallah, S.Pd., M.M., dan sejumlah staf.
Menko Muhadjir Effendy telah memiliki data mengenai fasilitas dan sejumlah RSOGJ di enam wilayah tersebut. Selain nantinya akan bekerjasa dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terkait, sehingga pasien akan dimasukan sebagai peserta.