Berita Terkini
Buton

Miliki Kesamaan Karakteristik, Wisata Kepton Berbasis Regional yang Saling Memperkuat

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Minggu, 12 September 2021 17:57 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Miliki Kesamaan Karakteristik, Wisata Kepton Berbasis Regional yang Saling Memperkuat

PUBLIKSATU, BUTON - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buton, Rusdi Nudi melihat potensi pariwisata yang ada di Kepulauan Buton secara umum memiliki karakteristik yang sama.

Tiap daerah cakupan Kepton pasti memiliki laut, pantai, gua, bawah laut serta agro. Karena miliki kesamaan, perlu kiranya menyamakan persepsi kerangka Kepton dengan mengangkat tema-tema umum yang sudah terpromosi dengan baik.

"Kita contoh saja, Wakatobi dengan bawah lautnya, itu sudah terbrending. Memang tetap juga ada hal-hal lain, pasti. Tentang potensi pariwisata lain, tetapi itu yang terbrending. Di Buton, kami ini ada hutan Lambusango. Teman-teman Buton Tengah itu, gua. Itu terbren. Kemudian di Kota Baubau adalah situs budaya dan kuliner, di Buton Selatan, wisata baharinya dan di Buton Utara itu mangrovenya. Itu tema-tema umumnya," ujar dia saat menjadi pembicara dalam acara youtube cacatan Irwansyah Amunu dengan tema menakar potensi pariwisata Kepton, Sabtu (11/9/2021) malam.

Menurut Rusdi, karena memiliki kesamaan, berbicara pengembangan potensi Pariwisata Kepton, harus digagas berbasis kawasan regional. Dengan mengkonektivitaskan spot wisata yang sudah terbrending.

Olehnya itu, untuk mewujudkan itu, menurutnya tidak bisa lepas dari pengaruh Kabupaten Wakatobi dan Kota Baubau. Sebab, dua daerah itu merupakan pintu masuk dan keluar wisatawan. Nah ini sangat mempengaruhi pergerakan orang.

Terlebih lagi, apa pun yang dilakukan daerah cakupan Kepton, harus mendukung sebagai daerah penyangga kawasan strategis pariwisata Wakatobi.

"Kalau kita berbicara wisatawan, pergerakan orang dari tempat-ketempat itu adalah kita bicara pintu masuk. Sehingga kalau kemudian pintu masuk ke Wakatobi. Kemudian konek ke Buton. Masalah sekarang itu, koneknya itu adalah feri hanya satu kali. Jadi kita minta andaikan pemerintah dia mau tingkatkan statusnya ini, feri tiga kali atau misalnya empat kali," ujarnya.

Bagikan