Berita Terkini
Sultra

Gubernur Sultra: Tiga Sebab Kebijakan APBD 2021 Berubah

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 22 September 2021 03:45 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Gubernur Sultra: Tiga Sebab Kebijakan APBD 2021 Berubah

PUBLIKSATU.CO, KENDARI – Ada tiga penyebab yang membuat kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun Anggaran 2021 mengalami perubahan. Demikian dikemukakan Gubernur Sultra, Ali Mazi dalam sidang paripurna di Gedung DPRD, Senin (21 September 2021) malam.

Dalam sidang yang mengagendakan Penjelasan Gubernur atas Rancangan Kebijakan Umum serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun Anggaran 2021, Gubernur mengatakan perubahan kebijakan APBD dilakukan dalam rangka mengamankan pelaksanaan APBD hingga akhir Tahun Anggaran 2021.

“Selain itu, tetap menjaga pencapaian berbagai sasaran prioritas pembangunan daerah agar dapat mencapai target pembangunan daerah pada tahun 2023 sebagai akhir periode RPJMD Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2018-2023,” jelas Gubernur.

Sebab pertama, dikarenakan perubahan kebijakan pendapatan daerah. Dijelaskan, target pendapatan daerah mengalami perubahan yang sebelumnya sebesar Rp 4,158 triliun menjadi Rp 4,172 triliun.

Ada kenaikan target pendapatan sebesar Rp 13,743 miliar atau naik 0,33 persen. Perubahan tersebut berasal dari pendapatan asli daerah (PAD), yang bersumber dari lain-lain PAD yang sah, retribusi daerah, dan transfer pemerintah pusat.

Sebab kedua, adanya perubahan kebijakan belanja daerah. Awalnya, belanja dianggarkan sebesar Rp 5,235 triliun lalu mengalami perubahan menjadi Rp 5,158 triliun. Turun sebesar Rp 76,874 miliar atau 1,47 persen.

Perubahan belanja daerah tersebut antara lain berasal dari belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer.

Bagikan