Berita Terkini
Sultra

Pemprov Sultra Akan Kirim Siswa Kuliah di Jerman

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 19 Oktober 2021 15:49 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Pemprov Sultra Akan Kirim Siswa Kuliah di Jerman

PUBLIKSATU, SULTRA - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Ali Mazi tak hentinya memperlihatkan keseriusan dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Sultra, kali ini dengan menggandeng Surya Institute (SI) yang didirikan oleh salah satu tokoh pendidikan nasional, Prof Yohanes Surya.

Melihat keseriusan dan kesuksesan SI melalui sejumlah programnya di Indonesia, diantaranya Ambon Pintar Matematika hingga Program Daerah Tertinggal, di mana mampu menghantarkan Jayapura menjadi pencetak juara-juara Olimpiade, membuat Gubernur Provinsi Sultra, Ali Mazi merasa tepat memilih SI dalam memberikan kesempatan kepada putra-putri tingkat SMA maupun SMK di Sultra.

Ali Mazi mengatakan, program yang dilaksanakan SI cukup tepat dalam menjaring siswa-siswi tingkat SMA di Sultra, khususnya anak-anak yang memiliki motivasi belajar tinggi.

"Provinsi Sultra terdiri dari daratan hingga kepulauan, baik mudah dijangkau hingga yang sulit terakses. Dari setiap sudut-sudut wilayah tersebut, tentu banyak anak-anak kita tingkat SMA maupun SMK memiliki cita-cita tinggi melanjutkan pendidikan ke luar negeri, ataupun juga ingin berkompetisi pada ajang bergengsi dalam bidang ilmu pengetahuan. Olehnya, Pemprov Sultra tak hentinya mencari akses untuk memfasilitasi keinginan dan impian tersebut diantaranya dengan menggandeng SI," ungkapnya, Senin (18/10/2021).

Gubernur Sultra menerangkan, pihaknya secara resmi telah melakukan penandatanganan MoU tentang peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia antara Gubernur Sultra dengan Ketua Dewan Pembina SI, Prof Yohanes Surya, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh SKPD teknis, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra.

"Melalui Dikbud Sultra akan melihat anak-anak kita di daratan hingga kepulauan di Sultra, yang memiliki motivasi belajar tinggi tanpa melihat latar belakang sosial ekonomi orang tuanya, sehingga tahun 2022 Pemprov Sultra telah memiliki utusan-utusan yang siap dikirim untuk mengikuti proses penempaan di SI," terangnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Asrun Lio mengatakan, pihaknya siap melaksanakan kesepakatan MoU tersebut, yang rencananya mulai mengirimkan 20 orang siswa pada tahun 2022, untuk belajar di SI.

Bagikan