Berita Terkini
Sultra

Mahasiswa Ditangkap, Abu Hasan Kurang Sependapat Jika Berujung di Penjara

Oleh penyunting · Senin, 24 Januari 2022 14:46 WIB · 2 menit baca
Mahasiswa Ditangkap, Abu Hasan Kurang Sependapat Jika Berujung di Penjara

PUBLIKSATU.CO, BURANGA- Tokoh masyarakat Buton Utara (Butur), Abu Hasan bicara mengenai penangkapan mahasiswa Butur bernama Baada Yung Hum Marasa (24), yang ditangkap Resmob Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Buton Utara (Butur), Senin (17/1/2022) malam lalu.

"Kalau menagih janji politik calon kepala daerah, saya kira itu wajar-wajar saja. Supaya ada juga pembelajaran bagi kepala daerah yang sudah berkiprah, untuk mengingat-ingat janji Politik nya pada saat kampanye," demikian disampaikan Abu Hasan melalui sambungan telepon genggam nya dari Kendari, Sabtu (22/1/2022).

Mantan Bupati Butur satu periode ini mengatakan, maka reaksi dan aksi mahasiswa juga masyarakat Butur terkait jalan poros Provinsi Sultra yang menghubungkan Kabupaten Buton dan Kota Baubau merupakan hal yang wajar. Atau sebaliknya yang disorot adalah jalan kabupaten, memang bukan nanti sekarang tapi memang dari dulu dilakukan. "Dan apapun replikan nya sepanjang itu tidak membuat yang di replikan itu merasa kehilangan harga diri dan kehormatan nya sah-sah saja," tutur Abu Hasan.

Mantan Ketua PDIP Provinsi Sultra ini menyatakan bahwa dirinya kurang sependapat jika setiap aksi atau demontrasi yang dilakukan mahasiswa atau masyarakat harus berujung pada penangkapan. Seharusnya yang perlu diluruskan ketika melakukan demonstrasi jangan menimbulkan ketidak nyamanan bagi pejabat negara. "Intinya jangan berlebihan, kalaupun ada replikanya seperti keranda mayat dan kuburan tidak perlu harus disertakan dengan foto pejabatnya begitu, tidak usah ada foto gubernur dan usah ada foto bupati," saran Abu Hasan.

Abu Hasan menyarankan kepada aktivis mahasiswa atau masyarakat Butur yang mau melakukan demonstrasi tidak dilarang. Tapi silahkan direplikasikan tuntutan itu dalam berbagai kreativitas, namun jangan memasang atribut yang melekat pada diri pejabat. "Karena masing-masing pejabat itu berbeda dalam menanggapi demo, unjuk rasa, replika dan berbagai bentuk kreativitas demo," ungkap nya.

Mantan Kabag Humas dan Protokoler Pemprov Sultra ini memberikan contoh di masa pemerintahan presiden SBY. Aktivis mahasiswa dan masyarakat melakukan demonstrasi hingga membuat replika yang menggambarkan kepala SBY sama dengan kepala kerbau. Tapi sikap mantan Presiden itu diam dan justru mampu menunjukkan ke masyarakat bahwa seperti inilah demokrasi yang sesungguhnya.

"Jadi harus disikapi dengan hati yang dingin dan jiwa besar. Kan lain pejabat lain suasana kebatinan nya, ada juga pejabat yang mungkin sensitif, sehingga kalau bukan dia nya yang bereaksi, mungkin Buser nya begitu," pungkas Abu Hasan.