Berita Terkini
Buton

Puncak HPN 2022, Bupati Buton Raih Trofi Anugerah Kebudayaan-PWI

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 11 Februari 2022 01:05 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Puncak HPN 2022, Bupati Buton Raih Trofi Anugerah Kebudayaan-PWI
Bupati Buton, La Bakry raih Anugerah Kebudayaan PWI. (Foto: Humas Pemkab Buton)

PUBLIKSATU, KENDARI - Bupati Buton, La Bakry, bersama 8 Bupati/ Wali Kota lainnya di Indonesia dianugerahi AK-PWI atau Anugerah Kebudayaan PWI. Bupati Buton menjadi satu-satunya penerima trofi ini dari daerah Indonesia Timur.

Penyerahan trofi dilakukan pada hari puncak Hari Pers Nasional 2022, Rabu, 9 Februari 2022 di Pelataran Mesjid Al Alam Kendari oleh Presiden RI Joko Widodo secara virtual dari Istana Bogor, juga disaksikan Ketua DPR RI Bambang Susatyo, Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menpora Zainuddin Amali, para Dubes negara sahabat, Gubernur Sulawesi Tenggara H. Ali Mazi dan sejumlah Gubernur, Ketua Dewan Pers Muh. Nuh, Ketua PWI Pusat Atal S. Depari, dan para insan pers yang meramaikan puncak HPN 2022 di Kendari, Sultra.

Sebelum menerima penghargaan, Bupati Buton bersama 8 Bupati/ Wali Kota lainnya mengikuti seleksi oleh juri yang kompeten di bidang pers dan kebudayaan di Kantor PWI Pusat, Desember 2021 lalu. Kemudian juga mengikuti Dialog Kebudayaan di Kantor RRI, Kendari, sehari sebelumnya.

Adapun ke-9 Bupati/Wali Kota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yaitu Wali Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, Fadly Amran (Datuak Paduko Malano), Bupati Magetan, Jawa Timur, Suprawoto, Bupati Lamongan, Jawa Timur, Yuhronur Efendi, Bupati Indramayu, Jawa Barat, Hj. Nina Agustina, Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Bupati Sumbawa Barat, NTB, Musyafirin; Wali Kota Bengkulu, Bengkulu, H. Helmi Hasan; Walikota Surakarta, Jawa Tengah, Gibran Rakabuming Raka, Bupati Buton, Sulawesi Tenggara, La Bakry, dan Bupati Lamandau, Kalimantan Tengah, Hendra Lesmana.

Sejak berpasangan dengan Samsu Umar Abdul Samiun hingga menjadi Bupati berpasangan dengan Iis Elianti, La Bakry bersama jajaran mempunyai visi menjadikan Kabupaten Buton sebagai kawasan bisnis dan budaya terdepan. Tak dapat dipungkiri budaya menjadi nafas pembangunan yang ditorehkan putera daerah Buton ini. Karena menurut Ketua Bapera Sultra, budaya menjadi sarana pemersatu bangsa. Apa lagi Buton sejak masa lampau sudah kaya akan peradaban sebagai daerah Eks Kesultanan Buton.

Sebut saja budaya atau tradisi "pedhole-dhole" atau imunisasi alami bayi/balita untuk memberikan kekebalan tubuh sejak dini. Tradisi ini dipimpin oleh seorang bhisa atau perempuan tokoh adat yang dituakan dan para balita diberi makanan yang bergizi. Ini merupakan salah satu warisan budaya Buton yang tetap terpelihara keasliannya hingga kini. Pemda Kabupaten Buton bahkan rutin melaksanakannya secara massal setiap penyelenggaraan Festival Pesona Budaya Tua Buton.

Dua tahun terakhir, festival berskala nasional bahkan internasional ini dihentikan sementara karena pandemi Covid-19.

Bagikan