Berita Terkini
Sultra

Umar Samiun Bicara (5): Butuh Penafsiran Hukum, Peluang Politik Tetap Terbuka

Oleh Irwansyah Amunu · Jumat, 18 Februari 2022 13:14 WIB · 1 menit baca
Umar Samiun Bicara (5): Butuh Penafsiran Hukum, Peluang Politik Tetap Terbuka

HUKUM dan politik, dua hal yang berbeda. Bagaimana Samsu Umar Abdul Samiun SH melihat keduanya dalam kontestasi Pilgub nanti? Berikut persepsi Umar Samiun -sapaannya- kepada wartawan Buton Pos, Irwansyah Amunu.

Contoh, saya. Ini soal problem hukumnya. Saya sudah diputus dari satu perkara, yang kemudian saya kira orang sudah tahu, diputus oleh KPK kemarin, oleh pengadilan, saya bersalah. Ok klir saya terima. Dan saya sudah jalankan semua. Semua sudah selesai.

Lalu tiba-tiba, saya keluar masih lagi dihalangi dengan yang ini. Ini sesungguhnya keadilan harus dibicarakan, tiba-tiba ini ada lagi hadang saya.

Lho kemarin yang saya jalani apa tuh. Itu satu.

Yang kedua, ada tambahan lagi. Ini sebagai pembanding lagi ya. Seseorang Si A misalnya diputuskan atas suatu perkara, lalu ada tambahan putusan dicabut hak politiknya, misalnya tiga tahun. Dicabut hak politiknya.

Tiba-tiba ini ada lagi, jeda lima tahun ini. Mau didudukkan dimana tiga tahun ini, didudukkan di depan, apa di belakang. Ini kan perlu penafsiran hukum untuk mendudukkan rasa keadilan. Kira-kira begitu.