Gagasan Hugua (1): Wakatobi Beyond, Rencana Dideklarasi Jokowi Hingga Direspon Sandiaga Uno

BICARA soal pariwisata dengan Ir Hugua selalu ada yang baru. Kali ini, anggota Komisi II DPR RI ini melontar gagasan Wakatobi Beyond. Bagaimana wujudnya? Berikut wawancara wartawan Buton Pos, Irwansyah Amunu kepada Hugua belum lama ini.
Saat agenda Hari Pers Nasional tahun 2022, bapak sempat melontar gagasan Wakatobi Beyond. Menurut saya itu adalah gagasan menarik dan luar biasa di tengah keterpurukan dunia pariwisata. Tidak berhenti sampai disitu, saat di Padang disana ada pertemuan seluruh pengusaha atau perusahaan hotel diseluruh Indonesia, kembali dilontar hal yang sama terkait Wakatobi Beyond. Rupanya ditangkap Menteri Pariwisata, Bapak Sandiaga Uno yang kami rilis dalam catatan berjudul Tiki Taka Sandi Hugua. Bagaimana bapak menjelaskan soal itu?
Wakatobi Beyond ini sebetulnya sebuah ide yang muncul ketika kita FGD di gedung pers nasional di Jakarta. Jadi pada saat itu karena dalam Hari Pers Nasional akan diselenggarakan di Kendari di Sulawesi Tenggara, maka lalu saya bersama Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara dan seluruh Kepala Dinas Pariwisata di kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara hadir disana.
Dalam berbagai gagasan itu, muncul sebuah sebuah gagasan yang berkaitan dengan Wakatobi Beyond. Kebetulan saat itu yang menjadi pembicara utama saya, dan saya lupa tapi intinya beliau seorang aktivis Pers. Nah, dari pemaparan itu muncul ide yang namanya Wakatobi Beyond, karena melihatnya bahwa Wakatobi sudah masuk dalam salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Masuk KSPN berarti namanya tercatat di dalam kebijakan pemerintah nasional, karena ekosistem pariwisatanya udah terbangun.
Oleh karena itu maka Wakatobi harus menjadi pemicu, trigger, pelatuk. Pelatuk pariwisata Sulawesi Tenggara. Karena dia sudah menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dan menjadi atensi besar dari pemerintah pusat, maka Sakatobi tidak bisa berdiri sendiri. Dia harus menginspirasi Sulawesi Tenggara yang lain.
Artinya apa? Pariwisata ini pendekatan kewilayahan. Jadi Wakatobi jangan sendiri, tapi justru Wakatobi harus bisa menginspirasi Kabupaten Buton, Kota Baubau, Buton Tengah, Buton Selatan, Buton Utara.
Menginspirasi Muna, Muna Barat, Kota Kendari, Konawe Selatan, Kepulauan Konawe, Kolaka, Kolaka Timur termasuk Kolaka Utara, Bombana dan seterusnya.
Nah, tetapi kan kita bicara tadi tentang batas administrasi wilayah dimana bupati dan wali kota adalah pemimpin. Jangan lupa bahwa bicara pariwisata kita tidak bisa bicara tentang hegemoni batas wilayah dari bupati/wali kota, nggak.