Berita Terkini
Sultra

Apresiasi Gerakan BEM, Ishak Ismail: PDIP Taat Menjaga Konstitusi

Oleh penyunting · Senin, 11 April 2022 21:21 WIB · 2 menit baca
Apresiasi Gerakan BEM, Ishak Ismail: PDIP Taat Menjaga Konstitusi

PUBLIKSATU.CO, KENDARI- Ketua DPC PDIP Kota Kendari, H Ishak Ismail, SH mengapresiasi aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia di seluruh kabupaten kota. Sebagai wujud demokrasi dan bentuk kritis mahasiswa, tapi jangan sampai kebablasan dan tidak sadar terkooptasi kepentingan elit tertentu.

"Semoga saja aksi ini tidak di tunggangi kepentingan elit yang bermain di air keruh. PDI Perjuangan taat menjaga konstitusi," tandas anak lorong, panggilan akrab Ishak Ismail di kalangan remaja dan pemuda Kota Kendari ketika disambangi rekan-rekan wartawan media, Senin (11/4/2022).

Menurut Ishak Ismail, pemicu awal reaksi demonstrasi BEM se-Indonesia karena ramai diskusi tentang wacana liar, yakni Presiden tiga periode. Kemudian penundaan pemilu 2024, oleh mereka para pembantu presiden dan beberapa ketua-ketua Parpol. "Yang jelas, wacana tiga periode inilah menjadi energi kuat dalam gerakan BEM se-Indonesia. Kita belum tahu entah pesan apa yang tersirat di balik ini," ucap Ismail.

Politisi PDIP Kota Kendari ini menilai, isu atau wacana tiga periode merupakan jebakan yang terus di dorong sehingga menjadikan Presiden Jokowi berada di posisi sebagai aktor utama yang harus bertanggung jawab. Sementara publik tahu, skenario penulis cerita di balik wacana tiga periode dan penundaan pemilu 2024 dari para menteri yang mungkin masih enggan meninggalkan jabatannya.

Ishak Ismail juga mencoba menyelami dan melihat situasi kabinet hari ini, para menteri tidak lagi efektif melahirkan ide-ide segar dalam membantu presiden. Disinyalir para menteri itu telah melakukan gerakan tambahan yang memperlemah pemerintahan itu sendiri, sehingga Jokowi harus mengembalikan citra positifnya tentu dengan mengganti para menterinya.

"Siapa saja menteri itu? Pertama, menteri segala urusan, dia terlalu kuat dalam kabinet. Kedua, menteri yang mengurusi minyak goreng dan ketiga menteri-menteri lain yang ikut-ikutan liar," ungkap Ishak Ismail.

Dari wacana liar tersebut, Ishak Ismail tegas menyatakan bahwa PDI Perjuangan menolaknya sebagai partai pelopor yang taat konstitusi. Peran yang di mainkan para menteri itu berpotensi menggembosi pemerintahan presiden Jokowi di akhir periodenya. "Kita menunggu sikap tegas presiden Jokowi untuk mereshuffle kabinet dan menganti menteri-menteri itu," pungkas Ismail.