Warga Lawele Resahkan Penebangan Kayu Besi di Hutan Kawasan

PUBLIKSATU, BUTON - Warga Desa Lawele Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton sedang dirundung keresahan. Mereka risau lantaran melihat ada penebangan pohon dalam jumlah banyak di hutan lindung.
"Ada penebangan pohon kayu besi, kami di sini sebutnya kayu ampo. Kami meyakini itu ilegal karena masuk hutan kawasan. Penebangan ini sudah berlangsung satu bulan lebih," kata Ketua Karang Taruna Lawele, Sarman lewat sambungan telepon kepada wartawan, Kamis (27/5/2022).
Pun, ujar dia, sejumlah warga Lawele sudah pernah mengecek di hutan dan mendokumentasikan kayu hasil penebangan itu. Pihaknya menyaksikan langsung pohon yang ditebang hanya satu macam yaitu kayu besi dengan ukuran berbeda-beda.
"Mereka menebang dengan cara menyensow. Mereka ada sekitar lima orang, semuanya bukan orang Lawele. Kami lihat ada kemp (tenda kemah) di hutan. Tapi, waktu kami ke lokasi, kami tidak melihat mereka," katanya.
Sejauh ini, Sarman mengatakan, pihaknya memperkirakan sudah ada 100 kubik kayu besi yang berhasil diolah oleh para penebang tersebut. Kayu-kayu tersebut sudah mulai dimuat menggunakan truk ke pelabuhan terdekat.
"Mereka ini sementara pemuatan. Setelah satu bulan menebang, hari ini baru mulai memuat. Sekarang (sore) ini, kami melihat sudah dua ret mereka muat ke pelabuhan Nambo, Kecamatan Lasalimu," ujarnya.
Lebih jauh, kata dia, pihaknya juga sudah pernah melaporkan masalah ini ke pihak berwenang. Namun, sampai saat ini pihaknya merasa tidak ada tindak lanjut. Kondisi inilah yang membuat masyarakat resah mengingat sebagian warga adalah pencari gula madu di hutan tersebut. Belum lagi ancaman banjir yang kerap melanda Lawele.