Berita Terkini
Busel

Pelayanan Dinilai Buruk, Dirut RSUD Diminta Dicopot

Oleh Irwansyah Amunu · Selasa, 31 Januari 2023 03:09 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Pelayanan Dinilai Buruk, Dirut RSUD Diminta Dicopot
Pj Bupati Busel La Ode Budiman menerima aspirasi keluarga almarhum Rian Swandi yang mengecam pelayanan RSUD Busel.(Foto: NUSMA/PUBLIKSATU)

PUBLIKSATU, BATAUGA-Sejumlah warga menggelar aksi unjuk rasa, Senin (30/1/2023). Mereka menyoal pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Busel dinilai buruk. Akibatnya Direktur Utama RSUD Busel didesak mundur dari jabatanya.

Aksi ini buntut dari tindakan pemulangan pasien korban penikaman meninggal dunia Rian Swardi warga Kelurahan Bandar Batauga, Kecamatan Batauga awal Januari lalu. Diduga dengan usus masih dibiarkan terburai. Bahkan terkesan pelayanan bertele-tele. Mengesampingkan tindakan pertolongan medis. Pasalnya korban dalam kondisi kritis.

Akibatnya, sejumlah keluarga korban mengecam hal itu. Menurut pihak keluarga korban yang sedianya mendapat layanan medis yang baik dan profesional justru terkesan diabaikan oleh oknum tenaga medis di RSUD Kabupaten Buton Selatan.

Imbas dari hal itu, maupun sejumlah pelayanan lain sebelumnya yang dinilai tidak manusiawi atas ulah sejumlah oknum tenaga medis di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Busel, kerabat dan keluarga korban langsung menggeruduk kantor Bupati Buton Selatan.

Hengki salah seorang keluarga korban menilai pasien yang menjadi korban tindak pidana dengan luka robek diperut hingga usus terburai diduga tidak mendapatkan pelayanan maksimal di RSUD Busel. Ia juga mengecam tindakan tak profesional dan tak berperikemanusiaan terhadap pasien.

Ia juga meminta pelayanan RSUD agar segera dilakukan evaluasi secara menyeluruh agar dapat berbenah diri dan para tenaga medis lebih profesional dalam bekerja.

“Tindakan itu sudah tidak manusiawi. Pasien sudah meninggal dunia, tapi tolonglah punya perasaan juga agar ususnya jangan dibiarkan begitu saja. Mestinya dilakukan tindakan medis dengan menjahit dulu luka robek diperutnya,” tutur Hengki.

Bagikan