Berita Terkini
Sultra

Dr Bahri Bertekad Sapu Bersih Stunting di Mubar

Oleh Irwansyah Amunu · Jumat, 10 Februari 2023 05:22 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Dr Bahri Bertekad Sapu Bersih Stunting di Mubar
Pj Bupati Mubar, Dr Bahri turun ke rumah warga untuk mengecek penderita stunting.(Foto: Gola/PUBLIKSATU)

PUBLIKSATU.MUBAR-Hasil pendataan tim enumerator dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang menempatkan Kabupaten Muna Barat (Mubar) sebagai salah satu daerah yang penderita gejala stunting terbanyak di Indonesia, membuat Pj. Bupati Mubar, Dr. Bahri merasa tidak tenang.

Pria kelahiran Kasipute ini langsung bergerak cepat mencari solusi menekan angka gejala penderita stunting. Seluruh jajaran pemerintah mulai dari tingkat desa sampai kabupaten diberi arahan untuk memberikan tindakan atas kasus tersebut.

Bahkan ia tak segan-segan ke rumah-rumah warga guna memastikan hasil survei yang disampaikan tim enumerator SSGI. Salah satunya rumah seorang warga di Desa Lapilea dan Matakidi, Kecamatan Barangka.

Namun saat dilakukan pemeriksaan pada dua orang anak, tidak ditemukan gejala penderita stunting. Berdasarkan realis SSGI sampel potensi stunting empat desa di Kecamatan Barangka berjumlah 40 orang.

"Setelah kita lakukan pengecekan untuk memastikan gejala stunting berdasarkan data dari SSGI, hasilnya tidak ditemukan gejala penyakit itu. Jadi bisa kita simpulkan Kecamatan Barangka bebas dari kasus gejala stunting," ungkapnya.

Data SSGI, gejala stunting di Mubar mencapai 31,7 persen. Artinya berada di atas rata-rata nasional total 21,6 persen. Menurut Dr. Bahri dalam konteks penanganan stunting ada dua data yaitu 31,7 persen dari data hasil SSGI yang ditetapkan Kemenkes dengan sampel dari provinsi 10 Kartu Keluarga di 52 desa.

"Tetapi berdasarkan data laporan stunting yang disampaikan oleh kepala Puskesmas dan Dinas Kesehatan, jumlah stunting di Mubar sampai per Desember 2022 lalu hanya tercatat 150 orang,'' sebutnya.

Bagikan