Berita Terkini
Sultra

Musrenbang Bungi, Aparatur Hadir Pakai Baju Adat Lima Suku

Oleh penulis · Selasa, 28 Februari 2023 01:17 WIB · 2 menit baca
Musrenbang Bungi, Aparatur Hadir Pakai Baju Adat Lima Suku

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pemerintah Kecamatan Bungi Kota Baubau menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) tahun 2024, Senin (27/2/2023). Menariknya, suasana pertemuan itu menonjolkan pluralisme atau kemajemukan.

Sedikitnya, ada lima pakaian adat terlihat dalam forum yang menampung usulan program tersebut. Peserta Musrenbang khususnya dari aparatur kecamatan setempat datang memakai baju khas empat suku besar di Indonesia yakni Buton, Bugis, Jawa, dan Toraja.

"Kita berupaya agar identitas budaya kita sendiri tidak hilang di makan zaman. Pakaian adat ini merupakan perpaduan antara suku Jawa, Buton, Bugis, dan Toraja yang tinggal masing-masing kelurahan di wilayah Kecamatan Bungi," kata Camat Bungi, Hasrun kepada wartawan.

Pun, ujar dia, sebelum kegiatan, pihaknya menganjurkan unsur eksternal seperti Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), dan Nahdatul Ulama (NU) untuk hadir menggunakan atribut identitas organisasi sendiri. "Untuk pakaian adat penekanannya kepada para lurah, kepala SD dan SMP, fasilitator masing-masing kelurahan," terangnya.

Terlepas dari pakaian adat, jelas dia, Musrenbang kali ini menyepakati 12 program skala prioritas tingkat kecamatan dan 15 program prioritas setiap kelurahan penyediaan sarana. Usulan program prioritas itu antara lain penyediaan perlengkapan jalan, rehabilitasi pemukiman, serta pengadaan sarana dan prasarana pertanian.

Asisten II Setda Baubau, Ibnu Wahid yang hadir mewakili Wali Kota Baubau mengapresiasi upaya pelestarian kearifan lokal yang ditonjolkan dalam Musrenbang Bungi tahun ini. "Wilayah Kecamatan Bungi bukan hanya lumbung pangan, namun kearifan lokal adat dan suku sangat beragam juga harus tetap dijaga," ujar Wahid.

Menurutnya, ada empat hal utama yang menjadi perhatian utama Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau diantaranya menjaga kestabilan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. "Ada beberapa isu terkait kenaikan harga beras dan melalui dinas terkait sudah melakukan operasi pasar murah agar proses pemulihan ekonomi berjalan lancar," pungkasnya.