SKIPM Baubau akan Uji Sampel Pelagis Favorit Masyarakat
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Baubau akan mengambil sampel ikan segar jenis pelagis yang dijual di pasar.
Pelagis merupakan kelompok ikan yang berada di lapisan permukaan air yang memiliki ciri utama yaitu beraktivitas secara bergerombol dan melakukan migrasi. Kendati begitu, SKIPM hanya mengambil lima jenis ikan yang menjadi favorit masyarakat.
"Kami akan mengambil sampel ikan segar sebanyak lima jenis yang dominan dibeli masyarakat sekitar yaitu layang, tuna, tongkol, cakalang, dan kembung. Jadi, rata-rata pelagis," kata Kepala SKIPM Baubau, Yuni Irawati Wijaya dikonfirmasi usai berkoordinasi dengan Dinas Perikanan Baubau, Senin (6/3).
Sampel pelagis itu, ujar dia, akan dibawa ke laboratorium untuk diuji kadar kandungannya seperti formalin, ALT, serta bakteri E-coli dan Salmonella. Hasil pemeriksaan itu kemudian dilaporkan ke Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM).
"Nanti pusat yang akan menghitung sesuai standar mutu yang telah ditetapkan apakah kategori baik, cukup, atau kurang. Selanjutnya, pusat juga akan mengeluarkan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk diteruskan ke instansi teknis-nya," jelasnya.
Lebih jauh, terang dia, pengawasan komoditi ikan di lapangan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan dua kali setahun dengan melibatkan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Perikanan, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Semester I dilakukan Maret dan Semester II pada September.
"Tahun ini, kami ada dua target daerah yaitu Kota Baubau dan Kabupaten Buton. Di Baubau, kami turun ke pasar Wameo, pasar Karya Nugraha, pasar Lowu-lowu, dan TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Wameo. Sedangkan di Buton yaitu di pasar Takimpo dan pasar Sabo," beber Yuni.