DPRD Sultra Cek Realisasi APBD, Proyek SMA 7 Baubau Mencemaskan
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) turun ke Kota Baubau. Wakil rakyat itu mengecek realisasi proyek yang didanai APBD Sultra.
"Kedatangan kami dalam rangka menjalankan salah satu tugas konstitusional yaitu kunjungan lapangan mengecek kegiatan yang dibiayai APBD Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2022 yang berada di Kota Baubau dan sekitarnya," ujar anggota DPRD Sultra, Fajar Ishak di kantor Wali Kota Baubau, Jum'at (5/5).
Kata dia, sebelum ke lapangan, pihaknya sudah dibekali materi yang disajikan oleh Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Sultra. Pihaknya juga telah mencatat pendapat dan masukan Wali Kota Baubau untuk disampaikan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra).
Pendapat dan masukan Wali Kota Baubau itu antara lain back-up pembangunan ruang publik di sela antara jalan Bypass dan pemukiman warga Kelurahan Waruruma, dukungan anggaran pembebasan lahan apron Bandara Betoambari, penyelesaian rehabilitasi makam pahlawan nasional Oputa Yi Koo, dukungan anggaran akses masuk ke Lanal, dan peninjauan material ubin yang membahayakan pengunjung kawasan Benteng Keraton Wolio.
Selain itu, beber dia, Wali Kota Baubau juga menyoroti lambannya realisasi proyek fisik SMA Negeri 7 Baubau. Padahal, sekolah bertaraf internasional tersebut sudah dianggarkan melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) dan APBD Provinsi Sultra 2023.
"Pak Wali menitip pesan kepada kami agar itu menjadi perhatian karena tanahnya sudah dibebaskan dan akses masuk ke lokasi SMA 7 itu juga diaspal oleh Pemkot Baubau. Tinggal Pemprov harusnya sudah melakukan penataan lahan dan membangun gedungnya tahun ini," ungkapnya.
Masukan tak kalah pentingnya lagi, jelas legislator partai Hanura ini, adalah pembangunan tugu pahlawan nasional Oputa Yi Koo di Kotamara. Di mana, progres proyek itu masih stagnan sampai dengan Mei 2023.