Berita Terkini
Sultra

Ada Apa dengan Dr. Bahri? La Ode Butolo Ambil Alih Tongkat Estafet Kemimpinan Pj Bupati Mubar

Oleh La Gola · Sabtu, 30 Desember 2023 01:21 WIB · 3 menit baca
Ada Apa dengan Dr. Bahri? La Ode Butolo Ambil Alih Tongkat Estafet Kemimpinan Pj Bupati Mubar
Pelantikan Pj Bupati Mubar dan Pj Walikota Kendari (La Gola)

PUBLIKSATU, LAWORO - Sebagian kalangan warga Kabupaten Muna Barat (Mubar) dikagetkan dengan pergantian pejabat (Pj) bupati Mubar. Rabu 27 Desember 2023 lalu, La Ode Butolo mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan Pj Bupati Mubar atas perintah Mendagri yang tertuang dalam surat keputusan (SK) nomor 100.2.1.3. 6574 tentang pemberhentian dan pengangkatan Pj Bupati Mubar.

La Ode Butolo, mengantikan posisi Dr. Bahri, yang seyogianya masa jabatannya akan berakhir pada Mei 2024 mendatang. Namun secara mendadak ia diganti sebelum masa jabatannya tersebut tiba. Dr. Bahri kini dikembalikan sebagai salah seorang ASN di Kemendagri.

Ada apa dengan mantan Pj. Bupati Mubar Dr. Bahri ?. Pertanyaan berulang muncul dari beberapa warga yang sama sekali tidak tahu-menahu soal pergantian Pj Bupati. Namun, fakta terjadi di ruang pola Kantor Gubernur Sultra, Pj. Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto memasang pangkat kepada La Ode Butolo sebagai Pj. Bupati Mubar.

Bisa benar bisa tidak sebagian warga berspekulasi bahwa pergantian pucuk pimpinan daerah dibagian Barat pulau Muna itu, atas mosi ketidakpercayaan Mendagri terhadap Dr. Bahri. Sebab, Dr. Bahri merupakan utusan Kemendagri untuk melanjutkan kepemimpinan sampai lahir bupati defenitif 2024-2029.

"Pasti ada kesalahan yang dilakukan oleh Dr. Bahri sehingga diganti secara mendadak. Karena beliau ASN yang diutus oleh Kemendagri untuk memimpin Mubar sampai ada bupati defenitif,"ungkap, salah seorang warga Rahman.

Sayangnya, Rahman tidak mengurai motif sehingga terjadinya proses pergantian Pj. Bupati. Karena sebagai masyarakat biasa memang ia tidak tahu-menahu dengan pergantian Pj. Namun dalam benaknya tersimpan banyak pertanyaan.

"Pada dasarnya tidak memberikan efek besar bagi kami masyarakat apalagi hanya berprofesi sebagai petani dengan terjadinya pergantian Pj Bupati ini. Hanya rasa penasaran, kenapa Dr. Bahri tidak diberi ruang untuk menyelesaikan masa tugasnya sampai Mei 2024 nanti. Tentu pasti ada tindakan atau sikap yang keliru keluar dari pak Bahri,"tuturnya.

Patut diketahui jauh sebelumnya Dr. Bahri diterpa isu miring. Ia diduga mendukung salah satu calon presiden yang diusung PDIP. Dalam video yang beredar, Dr. Bahri menyentil Ganjar Pranowo dan Calon DPD RI Umar Bonte. Kemungkinan Dr. Bahri menyalahi undang-undang Netralitas ASN, karena Bawaslu mengajukan rekomendasi kepada KASN atas sikap mantan Pj Bupati Mubar tersebut.

Saat pelantikan 27 Desember lalu, Dr. Bahri tidak tampak hadir. Ia pun sudah tidak terlihat berada di Mubar. Beberapa awak media berusaha menemui dan mengkonfirmasi terkait pergantian dirinya. Hanya saja tidak berhasil diketemui.

Pelantikan La Ode Butolo bersamaan dengan pelantikan Pj Walikota Kendari, Muhammad Yusup. Mantan Kepala BPBD Sultra ini mengantikan posisi Asmawa Tosepu. Informasi yang beredar Asmawa Tosepu dari Pj Walikota Kendari dilantik menjadi Pj Walikota Bogor. Sedangkan Dr. Bahri dikembalikan menjadi staf di Kemendagri.

Menariknya, semasa Dr. Bahri menjabat sebagai Pj Bupati Mubar, La Ode Butolo diparkir sebagai staf ahli bupati, yang dimana pada era kepemimpinan Achmad Lamani ia diangkat menjadi kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).

Tidak menunggu lama, La Ode Butolo hijrah di Pemprov Sultra dan dilantik menjadi Staf Ahli Gubernur oleh mantan Gubernur Sultra Ali Mazi. Kini La Ode Butolo menjadi Pj. Bupati dengan menggantikan posisi atasannya sebelumnya Dr. Bahri.

"Jabatan itu adalah amanah. Diberikan kepercayaan oleh atasan. Kebanggaan dan kehormatan bagi kita. Olehnya jadikan jabatan sebagai ladang pengabdian bagi masyarakat bangsa dan negara,"pesan Andap, usai melakukan pelantikan, kepada beberapa awak media.