Berita Terkini
Sultra

Bachrun Bertekad Menjadikan Jagung Sebagai Lokomotif Penggerak Ekonomi Masyarakat Muna

Oleh Anuardin · Jumat, 22 Maret 2024 03:29 WIB · 2 menit baca
Bachrun Bertekad Menjadikan Jagung Sebagai Lokomotif Penggerak Ekonomi Masyarakat Muna
Plt. Bupati Muna Bachrun Labuta dengan Kejari Muna didampingi oleh Kepala OPD Berfoto Bersama Usai Penandatanganan MoU Kerja Sama di aula Kejari Muna (foto: Anuardin) (Anuardin)

PUBLIKSATU, RAHA-- Pemerintah Daerah Kabupaten Muna melalui kebijakan PLT Bupati Muna Bachrun Labuta akan menjadikan komoditas jagung sebagai lokomotif penggerak ekonomi masyarakat di Kabupaten Muna.

Bachrun memilih jagung sebagai komoditas pertanian untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus sebagai penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Muna.

“Bagi kami kini jagung adalah lokomotif penurunan angka kemiskinan dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Muna,” ujar Bachrun, usi membuka forum lintas organisasi perangkat Daerah kabupaten Muna tahun 2023 di Aula Kantor Bappeda Muna, Rabu, 20/03/2024.

Bachrun mengatakan, pemilihan jagung sebagai lokomotif menurunkan angka kemiskinan dan peningkatan ekonomi masyarakat, perlu keberanian dalam mengambil keputusan.

Semua itu berdasarkan kebijakan yang fokus, berkesinambungan serta memiliki komitmen yang kuat dengan dukungan kerja yang berkualitas, kuantitas dan kontinuitas.

"Melihat potensi tanaman jagung yang cukup besar di Kabupaten Muna, kita memiliki harapan besar, ekonomi kita akan tumbuh dan berkembang apalagi saat ini sudah berdiri pabrik jagung didalamnya bisa berfungsi untuk membuat pakan ternak, dan pakan ikan atau udang ini juga bahan dasarnya adalah dari jagung, inilah yang harus kita fokus kembangkan,"terangnya.

Dia mengatakan bahwa kabupaten Muna terus memacu peningkatan produksi jagung dengan pengawalan dari mulai persiapan masa tanam sampai mengawal panen dengan strategi yang lebih inovatif yang dilakukan oleh pemerintah.

Ia juga menyampaikan sebuah kebijakan yang disepakati semua pihak, yaitu kebijakan fleksibilitas harga jagung. Kebijakan itu dibuat demi optimalisasi penyerapan jagung hasil panen raya sehingga harganya tidak anjlok di tingkat petani.

"Kami sudah ada regulasinya tentang harga jagung yaitu harga tertinggi sekitar Rp 4.200/kg. Kita berharap dengan harga ini petani tidak perlu ragu lagi untuk bertani jagung karena Pemerintah sudah menyiapkan standar harga termasuk untuk mencegah tengkulak untuk memainkan harga jagung di petani,"pungkasnya. (P7).