Berita Terkini
Buton

Secara Virtual, Sekda Buton Bersama Forkopimda Ikut Apel Siaga Pengamanan Pasokan Harga Pangan Jelang Idul Fitri

Oleh Djumaluddin, Publik Satu · Kamis, 4 April 2024 03:17 WIB · 3 menit baca
Secara Virtual, Sekda Buton Bersama Forkopimda Ikut Apel Siaga Pengamanan Pasokan Harga Pangan Jelang Idul Fitri

PASARWAJO - Sekretaris Daerah Kabupaten Buton, Asnawi Jamaluddin, SPd MSi didampingi oleh jajaran Forkopimda bersama sejumlah OPD Lingkup Pemda Buton mengikuti Apel Siaga pengamanan pasokan harga pangan jelang Idul Fitri secara virtual melalui media zoom meeting di Baruga Pasarwajo, Kelurahan Kambula-mbulana, Kecamatan Pasarwajo, Senin 1 April 2024.

Terpantau, sembari mengikuti apel siaga pengamanan pasokan dan ketersediaan pangan, ditempat yang sama, Pemerintah Kabupaten Buton melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buton juga menggelar kegiatan gerakan pangan murah, yang dibanjiri oleh masyarakat Kabupaten Buton. Dalam gerakan pangan murah tersebut menjual komoditas seperti Beras SPHP, Gula Pasir, Minyak Kita, aneka sayuran dan buah, cabai, tomat, produk UMKM dan pangan lokal dengan pasokan dibawa harga pasar di Kecamatan Pasarwajo.

Apel siaga yang dilaksanakan secara virtual tersebut digelar dalam rangka Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2024 dan Memastikan Ketersediaan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idulfitri 2024 digelar terpusat di Komplek Gudang Bulog DKI Jakarta.

Apel siaga dihadiri Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir mewakili Mendagri, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi serta Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.

Pj. Gubernur Gubernur Sultra, Komjen Pol (P) Dr. (H.C) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H., tampak hadir secara luring di Jakarta.

Dalam apel siaga tersebut, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi ia mengatakan bahwa kedepan itu pangan kita harus maju dan harus jaya.

Badan pangan bersama BUMN Pangan, dan semua stackoled yang hadir disini membahas bagaimana mempersiapkan ketersediaan pangan untuk mengantisipasi adanya kenaikan harga pangan yang biasa terjadi pada HBKN.

“Gerakan pangan murah ini akan berlangsung hingga 9 April mendatang. Harapannya, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok jelang lebaran dengan baik,” ucapnya.

Dengan itu hadirnya gerakan pangan murah serentak ini yang diselenggarakan disetiap daerah ini diharapkan masyarakat Indonesia bisa mendapatkan kebutuhan pokok dalam mempersiapkan lebaran dengan baik.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di kesempatan tersebut juga menyampaikan kabar bahagia bahwasanya untuk kebutuhan beras pada bulan Maret, April dan Mei mendatang dalam kondisi aman. Artinya, masyarakat tak perlu khawatir akan kekurangan beras pada bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri mendatang.

"Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), dimana pada Maret 2024 diperkirakan produksi beras mencapai 3,51 juta ton. Angka itu berada di atas kebutuhan bulanan nasional sebesar 2,5 juta ton", ungkap Mentan.

Lebih lanjut Andi Amran menambahkan untuk meningkatkan pertanian di Indonesia saat ini kami menggunakan trobosan baru dengan menggunakan pompanisasi. Pompanisasi menjadi solusi cepat dalam meningkatkan areal tanam mengingat saat ini tidak semua daerah diguyur hujan. Artinya, masih ada daerah-daerah kering akibat dilanda fenomena alam El Nino alias musim kering ekstrem yang berujung pada darurat pangan.

Selain itu, juga meningkatkan alokasi pupuk subsidi dari 4.7 juta ton menjadi 9.5 juta ton atau naik 28 triliun rupiah. Hal ini diyakini akan mendorong produksi pangan nasional meningkat dan dapat menjaga pasokan pangan dari dalam negeri sehingga diharapkan stabilitas harganya terjaga.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa upaya pengamanan pasokan dan harga pangan ini merupakan kerja bersama, tetapi saat ini tetap harus waspada mendekati Lebaran untuk menjaga kenaikan harga pangan.