Berita Terkini
Sultra

SMAN 1 Wadaga Lestarikan Budaya Lokal Lewat Kurikulum Merdeka Belajar

Oleh La Gola · Selasa, 11 Juni 2024 01:04 WIB · 2 menit baca
SMAN 1 Wadaga Lestarikan Budaya Lokal Lewat Kurikulum Merdeka Belajar
Pertunjukan Tari Linda Siswa-siswi SMAN 1 Wadaga (La Gola)

PUBLIKSATU, LAWORO-Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Wadaga, salah satu sekolah di Kabupaten Muna Barat (Mubar) yang terus berupaya menghidupkan kearifan budaya lokal lewat media pembelajaran disekolah.

Senin (10/6/2024) sekolah yang dipimpin Haliudin itu menggelar kegiatan "Gelar Karya" dengan tajuk Melestarikan Seni Budaya Muna dan Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Muda, dalam projek penguatan profil pelajar pancasila.

Dalam acara itu SMAN 1 Wadaga menampilkan kreasi budaya lokal Muna seperti Tali Linda, Kabanti Wuna (Pantun Berbahasa Muna), Ewa Wuna (Silat Muna), serta Bazar Makanan. Peserta yang dilibatkan dalam kegiatan ini siswa-siswi kelas X sampai XI.

Pj. Bupati Mubar La Ode Butolo, membuka langsung kegiatan Gelar Karya tersebut. "Budaya-budaya daerah harus kita gali dan terus dikembangkan sebagai warisan leluhur. Diera teknologi sekarang kearifan lokal nyaris hilang akibat pergeseran zaman,"ungkap, La Ode Butolo.

Katanya, sekolah harus hadir ditengah-tengah masyarakat sebagai icon atau media dalam melestarikan atau menggali kembali warisan budaya leluhur agar tidak hilang akibat perkembangan zaman.

Staf Ahli Pemprov Sultra itu berharap agar SMAN 1 Wadaga memberikan yang terbaik bagi daerah khususnya Mubar dengan melahirkan peserta didik yang dapat diperhitungkan dalam dunia pendidikan di Indonesia.

"Kinerja yang bagus bagi seluruh pihak sekolah. Kedepan kegiatan-kegiatan seperti ini terus dikembangkan, sehingga anak-anak kita tidak lupa akan budaya lokal seperti Tari Linda, Kabanti Wuna, Ewa Wuna, Gambus, modero, dan lain-lain,"ujarnya.

Sementara itu Kepala SMAN 1 Wadaga, Haliudin menjelaskan, Gelar Karya dengan menampilkan pentas seni budaya lokal serta kegiatan kewirausahaan, bagian dari proses penerapan pembelajaran bagi peserta didik lewat kurikulum merdeka belajar.

"Dikurikulum ini, sekolah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk penguatan karakter dan jiwa usaha. Mempelajari isu-isu lokal seperti budaya Muna, serta merangsang jiwa usaha dalam menuju generasi emas ditahun 2040 an mendatang,"timpalnya.

Menurut dia, kurikulum merdeka belajar yang diterapkan oleh sekolah bermakna bahwa siswa-siswi diberi keleluasaan untuk meningkatkan potensi disegala bidang termasuk para guru pembina.

"Mereka tidak boleh lupa dengan kearifan lokal. Dirangsang agar berjiwa wirausaha, sehingga mampu menjawab tantangan yang penuh kompetitif. Generasi kita kedepan akan berkompetisi dengan masyarakat internasional. Kita harus siapkan itu sejak dini,"papar, dia.

Dikatakan, suatu kebanggan bagi dirinya telah membawah SMAN 1 Wadaga sebagai salah satu sekolah di Mubar khususnya Kecamatan Wadaga, menjadi sekolah harapan masyarakat dalam menumbuh kembangkan karakteristik peserta didik.