Buka Lomba Permainan Kalego, Bachrun Minta Masyarakat Muna Lestarikan Budaya Muna

PUBLIKSATU, RAHA -- Pelaksanaan Bupati (PLT) Bupati Muna Bachrun Labuta membuka lomba Permainan Tradisional berupa permainan Kalego di halaman langit-langit Kota Raha, Sabtu, 03/08/2024.
Dalam lomba itu, Plt Bupati Muna ikut bermain kalego bersama dengan Sekda Muna Eddy Uga dan sejumlah Kepala Dinas lingkup Pemkab Muna. Permainan itu untuk eksebisi sebagai tanda dimulainya lomba permainan rakyat Muna itu.
Dalam laporannya, Ketua Panitia, La Ode Hasrun menyampaikan kegiatan lomba Kalego tahun ini sebagai bentuk rangkaian kegiatan peringatan hari ulang tahun Kabupaten Muna ke 65 tahun dan HUT RI ke 79 tahun.
"Ini kegiatan lomba dalam rangka HUT Kabupaten Muna dan HUT RI tahun ini. Peserta yang ikut ada beberapa kelompok yaitu 18 kelompok OPD dan 5 kelompok kecamatan,"sebutnya.
Kegiatan lomba Kalego itu akan memperebutkan hadiah berupa terophy serta hadiah hiburan lainnya.
"Pada kesempatan ini kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman panitia dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini semoga kegiatan permainan tradisional ini bisa bermanfaat bagi kita khususnya kegiatan Kalego,"ucapnya.
Sementara itu, Plt Bupati Muna Bachrun Labuta saat memberikan sambutan menyampaikan bahwa budaya dan tradisi Kabupaten Muna harus di jaga dan dilestarikan dengan baik.
"Saya terinspirasi dengan rekor muri benteng kotano wuna, saya ingin mengajak orang-orang Muna, jangan lihat pelakunya tetapi usaha generasi Muna ini harus kita apresiasi, karena saya selalu katakan SDM Muna hebat-hebat,"ujarnya.
Sebagai Plt Bupati Muna, Bachrun mengajak masyarakat Muna atau yang berdarah Muna untuk menghidupkan kembali falsafah orang - orang Muna.
"Saya mengajak kepada kita semua orang Muna mari kita hidupkan kembali falsafah orang Muna, bukan dengan ucapan saja tapi harus dengan tindakan, falsafah kita dulu kita jaga dan pelihara,"terangnya.
Ia juga menitip pesan kepada seluruh peserta agar tidak melihat seberapa besar hadiah atau tropy didapat tetapi bagaimana menjaga dan menghidupkan budaya dan kearifan lokal. (Anuardin)