Karnaval Budaya Jadi Icon Peringatan HUT RI di Mubar
Bagikan

PUBLIKSATU, LAWORO-Berbagai macam kegiatan yang dilakukan untuk merayakan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI). Mulai dari kegiatan olahraga, pentas seni dan budaya, maupun sosial kemasyarakatan lainnya. Dikabupaten Muna Barat (Mubar) menyambut HUT RI ke 79 tahun 2024 ini lebih condong pada pertunjukan seni budaya.
Dari 11 kecamatan di 81 Desa, dan 5 Kelurahan di Kabupaten Mubar, mulai Jumat (9/8/2024) lalu ribuan masyarakat memadati lapangan Desa Mekar Jaya. Mereka berjalan kaki kurang lebih 3 kilometer menuju lapangan SP 2 Tiworo Tengah. Tampak berbagai macam pakaian adat dari masing-masing daerah.
Masyarakat Muna misalnya tampil dengan baju adat dan tenunan khas daerah serta Ewa Wuna (Silat Muna) dan tari Linda. Begitu juga suku Bugis tampil dengan pakaian adat Bugis, Jawa dengan pakaian adatnya, Toraja, Sunda, dan Bali.
Pameran pakaian adat serta budaya masing-masing daerah tersebut, tidak hanya diikuti kalangan masyarakat usia remaja dan orang tua. Kalangan usia dini pun melalui sekolah masing-masing, menampilkan pakaian adat berdasarkan suku dari tiap siswa/siswi itu sendiri.
Selain penampilan pakaian khas dari tiap-tiap etnis daerah tersebut, Pemkab Mubar juga menghidupkan budaya kalego. Kalego ini adalah permainan tradisional masyarakat Muna dengan memanfaatkan belahan tempurung kelapa sebagai media permainan.
Pj. Bupati Mubar La Ode Butolo menyampaikan, bahwa pawai budaya dan pertunjukan seni permainan tradisional yang diselenggarakan oleh Pemkab Mubar merupakan rangkaian peringatan HUT Mubar yang ke 10 serta peringatan HUT RI ke 79 tahun 2024 ini.
"Tujuannya menjalin silaturahmi antar sesama suku yang mendiami wilayah Mubar. Mempererat tali persaudaraan antar sesama masyarakat. Sehingga lebih dekat hubungan mereka satu sama lain,"ungkapnya.
Katanya, sesama masyarakat harus saling mengenal. Memberikan rasa kenyamanan, sopan santun antar sesama baik itu satu suku maupun dari suku yang berbeda. Mubar memiliki masyarakat heterogen. Ada Jawa, Sunda, Bali, Bugis dan Toraja.
"Mubar ini miniatur Indonesia. Semua suku ada. Makanya saya minta kepada seluruh elemen agar saling memberi kenyamanan dan saling mengenal satu dengan lainnya. Kelompok masyarakat yang heterogen ini, bagian dari kekayaan Mubar,"ujarnya.
La Ode Butolo merasa bangga dan terharu melihat antusias warga yang beragam suku dan budaya menampilkan ciri khas suku masing-masing. Ada kesan tersendiri dimana terlihat suasana harmonis antar sesama warga dari berbagai suku tersebut.
"Saya harap, suasana harmonis antar sesama suku di Mubar dapat terjalin selama-lamanya. Pawai budaya ini harus menjadi teladan untuk diselenggarakan setiap tahun. Karena disitu kita dipertemukan untuk saling mengenal dan mempererat hubungan kekeluargaan sesama masyarakat Mubar,"tandasnya.
Harapan besar bagi La Ode Butolo terhadap Bupati Mubar kedepan, agar terus menghidupkan kearifan masyarakat yang ada di Mubar, baik itu dari suku Muna, Jawa, Sunda, Bali, Bugis dan Toraja. "Mudahan-mudahan kegiatan seperti ini menjadi agenda tahunan untuk pemimpin Mubar kedepan,"terangnya.(Gola)