Berita Terkini
Sultra

Empat Sekolah di Mubar Jadi Proyek Piloting Program Darwin-Ali

Oleh La Gola · Rabu, 26 Februari 2025 01:21 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Empat Sekolah di Mubar Jadi Proyek Piloting Program Darwin-Ali
Bupati dan Wakil Bupati Mubar, La Ode Darwin dan Achmad Lamani (La Gola)

PUBLIKSATU - LAWORO-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Muna Barat (Mubar) telah menunjuk Empat sekolah sebagai lokasi uji coba kelayakan dalam implementasi program 100 hari kerja kepemimpinan La Ode Darwin dan Ali Basa (Darwin-Ali) kedepan.

Sekolah tersebut adalah SDN Satap 1 Maginti, SDN 7 Maginti, SDN 9 Maginti dan SMPN Satap 1 Sawerigadi. Khusus SDN Satap 1 Maginti dan SDN 7 Maginti dan SDN 9 Maginti akan dijadikan uji coba pemberian makanan bergizi gratis. Untuk SMPN Satap 1 Sawerigadi, dijadikan sebagai sekolah rujukan google.

Hal itu diungkap Kepala Dikbud Mubar, Ahmad Ramadhan. Katanya, program 100 hari kerja tersebut yang melekat di Dikbud Mubar harus terpenuhi. Pihaknya telah menyiapkan rencana pelaksanaan kegiatan untuk mensukseskan program 100 hari Bupati dan Wakil Bupati.

"Program makan bergizi gratis untuk tiga sekolah, anggaran yang disiapkan sekitar kurang lebih Rp. 4 juta. Dana itu hanya berlaku sekali makan,"ungkapnya.

Menurutnya, program makanan bergizi merupakan agenda nasional yang berlaku secara menyeluruh. Bupati Mubar, menjemput program itu sebagai bentuk perhatiannya terhadap dunia pendidikan.

"Kita hanya bisa menanggung anggaran untuk pembiayaan saat launching pertama. Selebihnya harus ada bantuan dari pemerintah pusat. Daerah tidak akan mampu membiayai setiap kali pemberian makanan. Karena kalau diakumulasi setiap kali kegiatan akan membutuhkan dana kisaran Rp. 50 juta dalam satu kali kegiatan,"ucap, Ramadhan.

Ditunjuk SMPN Satap 1 Sawerigadi, sebagai sekolah rujukan google hanya sebagai sampel. Hanya saja ada beberapa fasilitas yang belum terpenuhi seperti krombuk dan infokus untuk membantu pembelajaran dan internet.

"Krombuk yang dibutuhkan kurang lebih 80 unit. Yang tersedia baru 56 unit. Kita kekurangan sekitar 24 krombuk tambah beberapa unit infokus. Sekolah rujukan google ini nantinya akan menggunakan model pembelajaran elektronik mulai dari siswa sampai guru,"terangnya.(Gola)

Bagikan