Tekan Inflasi Di Bulan Ramadhan, Pemda Muna Laksanakan Pasar Murah
Bagikan

PUBLIKSATU, RAHA -- Pemerintah Daerah Kabupaten Muna menggelar pasar murah di wilayah kecamatan Katobu. Pelaksanaan Pasar Murah itu bertujuan untuk menekan harga sembilan bahan pokok selama bulan Ramadhan.
Pelaksanaan pasar murah tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Muna La Ode Asrafil didampingi oleh sejumlah kepala OPD di Alun-alun Kota Raha, Selasa, 11/03/2025.
Di pasar murah tersebut harga sembako yang dijual seperti beras premium 5 Kg Rp 75 Ribu, telur Rp 50 ribu/rak, bawang merah Rp 35 ribu/Kg, bawang putih Rp 40 ribu/Kg dan minyak bimoli Rp 19 ribu.
Plt Asisten II Pemkab Muna, La Ode Sairuddin mengatakan, pelaksanaan pasar murah ini akan diadakan sebanyak dua kali selama Ramadhan yaitu dari Pemda Muna dan satu kali dari dinas Ketehanan pangan Provinsi.
"akan ditambah satu kali dari Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Tenggara yang berkerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Muna pada tanggal 19 Maret di halaman kantor Camat Katobu,"ujarnnya
Sementara itu, wakil Bupati Muna La Ode Asrafil mengatakan bahwa sasaran pasar murah ini ditujukan kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah. Ia mengatakan kegiatan pasar murah ini untuk mencegah inflasi di bulan Ramadhan.
"Kegiatan pasar murah ini untuk mencegah inflasi kenaika harga ini dibulan Ramadhan ini, apalagi dekat-dekat lebaran ini pasti harga semakin naik lagi,"ujarnnya
Sesuai dengan visi misinya, maka lanjut Asrafil Kedepannya sudah dicanangkan program ketahanan pangan yang disebut JATI, yaitu Jagung, Peternakan dan Perikanan.
"Makanya kedepannya masyarakat yang punya lahan akan diminta menanam jagung, bertenak, menanam padi sehingga bahan sembako seperti ini tidak perlu lagi kita datangkan dari luar, yang kita akan pasarkan nanti bahan-bahan dari Muna sendiri,"ujarnya.
Asrafil mengatakan bahwa selama ini bahan pokok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Muna didatangkan dari luar daerah seperti, telur, bawang, beras dan sembako lainnya.
"Coba bayangkan setiap tahun bahkan setiap hari kita datangkan bahan sembako seperti telur, cabe dan bawang dari luar, uang kita habis dibawa keluar, jadi kalau kita produksi sendiri uang kita tidak beredar diluar,"jelasnya. (Anuardin)