Ali Basa, Maknai "Liwu Mokesa" Identitas Mubar 5 Tahun Kedepan
Bagikan

PUBLIKSATU, LAWORO-Kabupaten Muna Barat (Mubar) saat ini akrab dengan kata "Liwu Mokesa". Menjadi salah satu bahan perbincangan dikalangan orang banyak, membuat kata Liwu Mokesa menjamur dan membumi diberbagai pelosok Mubar.
Meski familiar, ternyata masih banyak masyarakat yang belum memahami makna dari Liwu Mokesa tersebut. Kata ini merupakan hasil kreasi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Mubar, La Ode Darwin dan Ali Basa (Darwin-Ali) yang dikemas dalam bentuk program kerja.
Berdasarkan kutipan pernyataan Wakil Bupati Mubar, Drs. Ali Basa, Liwu Mokesa merupakan penjewantahan menuju daerah yang baik, bersih, sehat, religius, sosial, aman dan damai, sejahtera serta daerah bermartabat.
"Harapan kita untuk mencapai Liwu Mokesa yaitu adanya suatu gerakan secara sadar dari semua komponen masyarakat dalam hal mendukung program pemerintah daerah. Liwu Mokesa ini harus menjadi tujuan bersama,"ungkapnya.
Liwu Mokesa kini menjadi merek daerah. Dibawah kepemimpinan Darwin-Ali, saat ini tengah terjadi penataan kendaraan dinas (Randis). Semua mobil maupun motor diberi label Liwu Mokesa. Dengan tujuan semua kendaraan yang dipegang oleh ASN lingkup Pemkab Mubar tidak disalahgunakan dari peruntukannya.
"Liwu Mokesa sudah menjadi identitas daerah. Langkah awal yang kita lakukan penataan disiplin pegawai dan aset. Semua Randis diberi label. Sehingga tidak ada kendaraan yang dinakali atau digunakan diluar keperluan daerah,"ujar, Ali Basa.
Sesuai cita-cita Bupati Mubar, La Ode Darwin saat mensosialisasikan dirinya menjadi calon bupati lalu. Ia ingin mendedikasikan jiwa dan raga untuk kemajuan Mubar. Liwu Mokesa adalah jawaban atas cita-cita tersebut.
"Misalnya dari sisi kesehatan. Tentu disini sehat masyarakat, sehat lingkungannya, sehat ekonominya. Berarti harus ada perubahan menuju pertumbuhan untuk masyarakat yang lebih sejahtera,"ucapnya.
Didalam Liwu Mokesa, ada 4 sektor yang akan menjadi fokus perhatian untuk melakukan perubahan yakni peningkatan hasil pertanian, perikanan, peternakan, dan pembangunan daya tarik sektor pariwisata dengan tanpa mengeliminasi sektor-sektor lain, seperti pendidikan dan pelayanan kemasyarakatan.
"Sektor ini nantinya akan mengenjot Mubar menjadi Liwu Mokesa, yang akan didukung dengan kebijakan selama 5 tahun kedepan. Kami berkeyakinan bawah dengan sendirinya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,"tukasnya.
Kebijakan pemangkasan anggaran tahun 2025 ini yang dilakukan oleh pihak kementerian, menambah semangat Darwin-Ali untuk berbuat lebih banyak demi kemajuan daerah.
"Uang Mubar tahun ini memang kurang sehat. Namun ini adalah tantangan bagi pasangan Darwin-Ali, agar berbuat lebih banyak untuk melakukan perubahan. Alhamdulillah baru terhitung hari dilantik, pak bupati sudah melakukan beberapa terobosan. Salah satunya pembukaan jalur transportasi Tondasi dan lobi-lobi pemanfaatan TPI Tondasi dengan Pemprov Sultra, untuk dialihkan sebagai pelabuhan bongkar muat distribusi barang antara daerah,"terangnya.(Gola)