Berita Terkini
Sultra

30 Hari Kepemimpinan La Ode Darwin-Ali Basa Mendobrak

Oleh La Gola · Senin, 24 Maret 2025 03:33 WIB · 3 menit baca
Bagikan
30 Hari Kepemimpinan La Ode Darwin-Ali Basa Mendobrak
Bupati Mubar La Ode Darwin (Ka Gola)

PUBLIKSATU, LAWORO-Kabupaten Muna Barat (Mubar) diawal tahun 2025 ini mulai menunjukan kemajuannya. Perubahan sebagai bagian daerah yang ingin berkembang kini mulai terasa. Dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati La Ode Darwin dan Ali Basa, pergerakan infrastruktur mulai nampak.

Ditandai dengan pendisiplinan Aparatur Sipil Negeri (ASN) dalam menjalankan aktifitas kerja mulai dari Senin-Jumat. Kemudian penataan aset, penekanan terhadap pelayanan kemasyarakatan, serta pemberian perhatian terhadap kebutuhan masyarakat lainnya.

"Saya akan bekerja secara maraton dalam mewujudkan Mubar, sebagai daerah Liwu Mokesa (daerah keren) di wilayah Sulawesi Tenggara. Saya akan mengejar ketertinggalan Mubar, selama kurang lebih 10 tahun ini mekar,"ungkapnya.

La Ode Darwin dan Ali Basa dilantik secara serentak terhitung baru sekitar 33 hari yakni tepatnya 20 Februari lalu. Program 100 hari kerja yang dicanangkan perlahan dituntaskan. Mulai dari penataan sistem pemerintahan dan aset daerah maupun infrastruktur pembangunan.

"Perlu menjadi perhatian untuk semua komponen aparat pemerintah mulai dari tingkat kabupaten sampai pemerintah desa, agar mendukungan secara totalitas program bupati dan wakil bupati. Saya tidak hanya berkantor diruang kerja bupati, tetapi juga berkantor di desa-desa untuk memastikan pelayanan tingkat bawah,"ujarnya.

Menjadi orang nomor 1 dilingkup pemerintahan, tidak menjadikan kepala dinas selaku pimpinan OPD sebagai bawahan bupati. Namun mitra kerja dalam mengarungi roda pembangunan Mubar selama 5 tahun kedepan.

Sopan, ramah, dan murah senyum. Dibalik itu tegas serta disiplin dalam mengambil keputusan. Tak tanggung-tanggung memberikan sanksi bagi pegawai yang bandel. "Pegawai yang tidak tertib dan disiplin masuk kerja serta bagi pengguna kendaraan dinas (Randis) acuh dengan perintah untuk memberi label Liwu Mokesa pada kendaraannya, maka tidak akan dibayarkan TPPnya,"tegas dia.

Tepat dalam mengambil kebijakan. Terpusat hingga kebawah. Seluruh OPD sampai pemerintah tingkat desa dengan melibatkan masyarakat diarahkan agar menggalakan aksi bersih-bersih lingkungan setiap hari Jumat.

"Mulai Minggu ketiga Maret 2025 ini setiap hari Jumat, kita galakan bersih-bersih lingkungan. Untuk OPD memperhatikan kebersihan lingkungan kantor. Didesa melakukan aksi bersih-bersih lingkungan sekitar,"tuturnya.

Kebijakan pria berbadan brik itu lebih mengarah pada pro rakyat. Dalam rangka mempermudah layanan kesehatan ditingkat desa, ia sukses meluncurkan program layananan dokter keliling desa, pelayanan UGD selama 24 jam dan penempatan 2 tenaga kesehatan (Nakes) disetiap puskesmas pembantu (pustu).

"Diharapkan pelayanan dokter keliling ini dapat mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Distribusi nakes di pustu-pustu merupakan program 100 hari saya bersama Bapak Ali Basa, untuk lebih mendekatkan akses layanan kesehatan diluar gedung,"paparnya.

Kecekatan La Ode Darwin melakukan lobi-lobi dengan berbagai pihak mendapat pengakuan dari Senior General Manager Regional 3 PT. ASDP Indonesia, Capt. Solikin. Pasalnya, baru terhitung hari menjalankan tugas sebagai bupati sudah mampu mengoperasikan dua alat transportasi yakni transportasi laut dan udara.

Adalah pendaratan kembali maskapai ATR 72 Wings Air di Bandara Sugimanuru yang sempat macet beberapa bulan terakhir. Kemudian pembukaan transportasi Fery Tondasi-Torobulu yang segera menerima pelayaran masyarakat dari Mubar ke Kendari dan wilayah lainnya. Bukan hanya itu ia mampu meyakinkan Pemprov Sultra untuk memanfaatkan TPI Tondasi sebagai pelabuhan bongkar muat distribusi barang antara daerah.

Bagikan