Berita Terkini
Sultra

Pembina PORDI Muna Himbau Masyarakat Jangan Polimikan Lomba Domino, evenya Positif Bagi Pelaku UMKM

Oleh Anuardin · Kamis, 5 Juni 2025 02:38 WIB · 2 menit baca
Pembina PORDI Muna Himbau Masyarakat Jangan Polimikan Lomba Domino, evenya Positif Bagi Pelaku UMKM
Pembina PORDI Muna Himbau Masyarakat Jangan Polimikan Lomba Domino, evenya Positif Bagi Pelaku UMKM (Anuardin)

PUBLIKSATU, RAHA -- Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) adalah organisasi yang bertujuan untuk memajukan dan mengembangkan olahraga domino di Indonesia.

Dengan dasar itu, DPMD Kabupaten Muna berkerja sama dengan PORDI Kabupaten Muna bakal menggelar open turnamen Lomba Domino yang ke Dua Kalinya.

Peserta lomba akan di ikuti dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara bahkan dari beberapa daerah di Indonesia. Menurut Rencana, pelaksanaan lomba itu akan dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2025 di SOR La Ode Pandu Kota Raha.

Namun sayangnya, lomba itu menuai kritik dari berbagai pihak. Padahal even ini bertujuan secara ekonomi dapat menghidupkan ekonomi masyarakat. Kemudian kegiatan itu tidak menggunakan APBD Kabupaten Muna namun menggunakan anggaran dari Sponsor dan biaya pendaftaran.

Menanggapi polimik itu, Pembina PORDI Kabupaten Muna La Usa Mele mengatakan Domino adalah olah raga resmi yg bernaung di bawah cabor PORDI.

"Untuk di Sulawesi tenggara dan kabupaten Muna, olah raga ini sudah mendapat legitimasi dalam bentuk SK kepengurusan dan telah di sampaikan pada DISPORA Propinsi dan Kabupaten,"ungkapnya, Rabu, 04/06/2025

Selain itu, lanjut La Usa, olahraga Domino adalah olah raga rakyat, tidak membedakan kalangan kasta atau kedudukan karena murah meriah dan dapat terjangkau dengan mudah.

"Terkait dengan rencana even kejuaraan Open Turnamen yang di adakan oleh DPMD Kabupaten Muna kami sangat merespon positif, dikarenakan di tengah efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat, panitia mampu berpikir kreatif untuk menghadirkan orang-orang dari luar daerah dan ini multi efek, perputaran ekonomi untuk UMKM, perhotelan dan wisata akan membaik tentunya untuk kehidupan masyarakat Kabupaten Muna,"ujarnnya.

Mantan Anggota DPRD Kabupaten Muna ini menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Muna agar menilai pelaksanaan lomba domino ini dengan secara positif apalagi tidak membandingkan dengan kegiatan MTQ.

Hal ini kata dia sangat tidak relevan, sebab pelaksanaan kegiatannya tidak mengggunakan APBD, namun murni dari sponsor dan dari biaya pendaftaran.

"Terkait isu di kaitkan dengan MTQ, kami ingin menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak menggunakan anggaran Daerah kabupaten atau propinsi. Tapi bersumber dari pendaftar dan sponsor lain. Sehingga tidak merugikan pemerintah dari sektor pendanaan,"ujarnnya.

Begitu juga dikaitkan dengan unsur judi, menurut La Usua itu tidak benar. Ia menyampaikan kegiatan ini ada muhallil atau hukum Islam didalamnya sehingga tidak mengandung unsur judi.