Berita Terkini
Sultra

Buka Acara Festival, Wagub Sultra Janji Festival Liangkabori Bakal Dijadikan Kalender Tahunan

Oleh Anuardin · Sabtu, 12 Juli 2025 02:25 WIB · 3 menit baca
Buka Acara Festival, Wagub Sultra Janji Festival Liangkabori Bakal Dijadikan Kalender Tahunan
Ketgam: Wagub Sultra Hugua didampingi Bupati Muna H Bachrun Buka Festival Liangkabori. ((Foto: Anuardin))

PUBLIKSATU, RAHA -- Pemerintah Daerah Kabupaten Muna menggelar Festival Gua Liangkabori Dalam rangka Hari Ulang Tahun Kabupaten Muna ke-66 tahun 2025 bertempat di Desa Liangkabori Kecamatan Lohia, Jumat, (11/07/2025).

Pelaksanaan festival itu dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua yang disampaikan Bupati Muna H. Bachrun, Wakil Bupati Muna La Ode Asrafil, Bupati Buton Tengah Azhari, Wakil Bupati Muna Barat Ali Basa, Ketua DPRD Kabupaten Muna Muhammad Rahim, Sekda Muna Eddy Uga, Kepala OPD lingkup Pemkab Muna, Forkopimda, perwakilan Pemerintah kecamatan dan desa se Kabupaten Muna dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Muna H. Bachrun menyampaikan Gua Liangkabori ini merupakan gua prasejarah yang menjadi ikon masyarakat Kabupaten Muna.

"Daerah ini (Liangkabori-red) bukan saja menjadi parasejarah bagi masyarakat Liangkabori, tetapi menjadi sumber pendapatan ekonomi masyarakat, karena yang saya tau bahwa paling cepat meningkatkan ekonomi kita adalah pariwisata," ucapnya.

Untuk Bachrun mengajak selurus elemen masyarakat Kabupaten Muna khususnya masyarakat yang Liangkabori untuk selalu menjaga aslian dan kebersihan di Goa Prasejarah itu.

"Untuk saya mengajak kepada masyarakat mari kita pelihara kebersihan tempat ini, tidak ada pariwisata yang menarik kalau sampah ada dimana-mana, pelihara kebersihannya dan pelestariannya,"

Bachrun mengatakan berdasarkan hasil penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN bahwa ada vandalisme dalam gua Liangkabori. Makanya dirinya menghimbau kepada semua masyarakat sekitar gua dan yang datang berkunjung untuk tidak melakukan perbuatan dengan menghapus dan menambah lukisan yang ada didalam gua yang berdampak pada hilangnya keaslian lukisan situs sejarah.

"Saya berharap lokasi ini bisa menjadi pundi-pundi PAD kita, kita juga punya benteng terluas diduni dan sudah mendapat rekor muri, ini akan kita sandinkan dengan Liangkabori dan benteng akan menjadi saya tarik tersendiri di Kabupaten Muna, kita juga punya pantai maleura, pantai Napa Bale dan kita memiliki banyak gua," Ujarnnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua menyampaikan Pelaksanaan Festival Liangkabori merupakan peristiwa penting karena ini merupakan indentitas daerah dan kearifan lokal.

"Saya mewakili bapak Gubernur sangat mengapresiasi langkah kepala Desa Liangkabori, ini peristiwa penting karena ini identitas daerah dan kearifan lokal yang harus dipelihara dan dijaga dengan baik," ucapnya.

Hugua mengatakan sebagai mana program nasional hasta cita Presiden Prabowo Subianto diturunkan menjadi tiga nawa cita yaitu terwujudnya Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera dan religius.

"Dan hari ini kita berada di festival Liangkabori dimana berdasarkan hasil penelitian bahwa Liangkabori ini peradaban paling tua dari peradaban - peradaban lain yang diperkirakan sudah 60.000 tahun sebelum Masehi," ujarnnya.

Mantan Bupati Wakatobi itu mengatakan bahwa lukisan dalam gua Liangkabori ini lebih berarti daripada lukisan yang ada di Prancis.