Kasak Kusuk Jelang Mutasi, Sekda Di Warning, Tak Mau Diintervensi, Bachrun Tegaskan Tidak Ada Keluarga Bupati

PUBLIKSATU, RAHA --- Dipastikan bulan Agustus 2025 mendatang Bupati Muna H.Bachrun akan melakukan mutasi dan perombakan pejabat birokrasi lingkup Pemerintah Kabupaten Muna secara besar-besaran. Rencananya Bachrun-Asrafil akan menempatkan ASN menduduki jabatan eselon yang mendukung Visi misi BAHTERA.
Adanya isu mutasi besar-besaran, sejumlah oknum mulai dari ASN, pejabat eselon IV sampai dengan eselon II terhembus isu mulai kasak kusuk mengamankan jabatan hingga mendapat jabatan di pemerintahan Bachrun - Asrafil (BAHTERA)
Untuk itu Bupati Muna memberi peringatan keras kepada pihak-pihak terutama ASN lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Muna yang lagi kasak kusuk mencari jabatan atau mengamankan jabatannya melalui kedekatan keluarganya.
Bachrun menegaskan bahwa dirinya akan menjalankan Pemerintahan di Kabupaten Muna tidak ingin diintervensi oleh keluarga baik itu Saudaranya, Isti, keluarga maupun anaknya.
"Jadi saya ingatkan Tidak ada istrinya Bupati, tidak ada saudaranya Bupati tidak ada anaknya Bupati, yang ada anaknya Bachrun, Istrinya Bachrun dan saudaranya Bachrun, mereka itu tidak boleh mencampuri tugas-tugas Bupati Muna," tegas Bachrun beberapa hari lalu.
Peringatan itu bukan saja ditujukan pada keluarganya namun peringatan itu juga di tujukan kepada dibawahnya mulai Sekda maupun Kepala OPD agar tidak memanfaatkan pribadinya dalam jabatannya.
"Ini peringatan untuk kita semua, begitu juga Sekda, kepala dinas, ini tidak boleh, karena ada itu sebagian pejabat membawa pribadinya di jabatannya, ini tidak boleh. Telpon A telpon B, disuruh Bupati bawa pisang goreng satu piring karena pak Bupati suka pisang goreng ini tidak benar karena pisang goreng bisa saya beli sendiri,"tegasnya.
Untuk itu dirinya meminta Jajarannya untuk menghentikan praktik-praktik itu dipemerintahan BAHTERA. Bachrun mengingatkan kepada ASN agar jabatan itu jangan di kejar tetapi berikan kepercayaan kepada Bupati dan Wakil Bupati untuk menilai stafnya layak menduduki sebuah jabatan.
"Kita hentikan itu, mudah-mudahan Allah berikan berkah. Maka mari kita bekerja dengan iklas. Kalaupun dalam perjalanan kita ada rezeki jabatan Alhamdulillah, tetapi jangan kejar itu, karena nikmat yang diperoleh diluar ekspektasi kita itu luar biasa, tiba-tiba dipanggil pimpinan dilantik jabatan ini, maka itu luar biasa, dari pada keliling kasak kusuk kesana kesini, ketemu istrinya Bupati dan macam-macam hentikan itu," Pungkasnya. (Anuardin)