Menyedihkan, Ruang Kelas Tak Cukup, Puluhan Murid Baru SMPN 4 Raha Menangis Dan Terlantar Diruangan Guru

PUBLIKSATU, RAHA -- Puluhan siswa-siswi baru yang mendaftar di SMPN 4 Raha dengan status lolos cadangan terancam tak bisa melanjutkan sekolah akibat ruang kelas tak cukup untuk menampung Mereka.
Saat disambangi di sekolahnya, para siswa dan siswi itu terlihat menangis tersedu - sedu di lantai ruang guru, karena mereka ingin melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut.
Kepsek SMPN 4 Raha La Ode Thamrin mengatakan Rencana Pembangunan dua lantai di SMPN 4 Raha yang rencana di perjuangkan oleh Wakil Ketua Komisi V Ridwan Bae menggunakan dana APBN pada tahun 2023 lalu hingga kini belum ada kejelasan.
Hal itu kata dia, sudah terjadi perubahan kebijakan di DPR RI, dimana saat ini Komisi V tidak lagi menangani soal pendidikan dan revitalisasi, melainkan pindah ke Komisi X.
"Padahal beberapa kali pihak terkait datang tinjau dan survei sekolah yang memang sudah tidak representatif. Bahkan sudah ditender, tapi tidak tau, seperti apa perkembangan tahun ini." Katanya.
Karena SMPN 4 Raha kelebihan pendaftar maka pihak sekolah mensiasati dengan cara disisip beberapa ruangan sekolah sambil menunggu keputusan dari Kementerian Pendidikan dasar.
"Untuk sementara mereka ini kita sisip belajar di 6 rombel yang tersedia. Sambil menunggu Keputusan dari Kemendikdasmen atas permohonan kami melalui Dikbud Muna untuk menambah 1 rombel lagi, menjadi 7 rombel atau tambah daya tampung," terangnya.
Thamrin mengatakan, kuata siswa baru yang diterima di SMPN 4 Raha sebanyak 192 orang dengan jumlah 6 Rombongan Belajar (Rombel) dengan daya tampung per Rombel 32 orang.
Sedangkan yang mendaftar sebanyak 217 orang sehingga terjadi kelebihan siswa sebanyak 25 orang dengan status cadangan. Siswa cadangan ini lebih memilih putus sekolah ketimbang mereka tidak diakomudir di SMPN 5 Raha.
"Hasil rekrutmen sekolah kami, sebanyak 25 orang dengan status lolos cadangan, karena kuota 192 dengan 6 rombel. Yang mendaftar 217 orang, sisanya mereka lebih memilih putus sekolah jika tidak diakomudir di SMPN 4 Raha" ungkap Thamrin.
Sementara itu, Sekretaris Dikbud Muna Karim Darma, menyampaikan terkait penerimaan siswa baru sesuai juknis daya tampung sudah ditentukan di dapodik.
"Sehingga kelebihan murid baru, idealnya memang difasilitasi untuk didistribusi ke sekolah lain atau bekerja sama dengan sekolah swasta, yang berada dalam zonasinya," terangnya.