Berita Terkini
Sultra

Panen Bawang Merah, Bupati Muna Apresiasi BUMDES Madodo Budidaya bawang Merah Untuk Ketahanan Pangan

Oleh Anuardin · Minggu, 14 September 2025 00:51 WIB · 3 menit baca
Panen Bawang Merah, Bupati Muna Apresiasi BUMDES Madodo Budidaya bawang Merah Untuk Ketahanan Pangan
Ketgam : Bupati Muna H. Bachrun dan Wakil Bupati Muna La Ode Asrafil saat panenan Bawang Merah di Desa Madodo. ((Foto: Anuardin))

PUBLIKSATU, RAHA --- Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Desa Madodo Kecamatan Kontunaga melakukan panen raya bawa merah. Kegiatan itu dihadiri oleh Bupati Muna H Bachrun, wakil Bupati Muna La Ode Asrafil, ketua Penggeraj PPK Kabupaten Muna Prof. Sitti Liomo Bachrun dan para kepala OPD lingkup Pemkab Muna, Sabtu, 13/09/2025.

Ketua Bumdes Desa Madodo Uslami menyampaikan bahwa lahan yang digarap untuk menanam bawang merah hampir satu hektar.

"Luas lahan yang kamo tanaman bawang merah seluas kurang lebih 980 M2, tetapi karena medanya berbatu, maka yang terpakai 800 M2 ditanami, setelah panan ini kami akan segera lakukan penanaman ulang, bibitnya sudah juga siap," ujarnnya.

Ia mengatakan, dengan Medan lahan yang agak sulit maka proses pembersihan lahan pihak Bumdes menyawa ekskavator.

"Jadi kegiatan ini (tanam bawang merah -red) sejak 12 Mei 2025 untuk pembukaan lahan dan kami buka pakai ekskavator selama 3 hari, sebenarnya dalam perencanaan pembukaan lahan ini sampai 2 bulan tetapi karena kerja keras para petani mereka selesaikan dalam waktu 15 hari," ujarnya.

Islami mengatakan anggaran yang digunakan oleh Bumdes sebesar Rp 220 juta dari dana Desa. Anggaran itu digunakan untuk biaya pembukaan lahan, pengadaan bibit dan biaya operasional pertani.

"Bibit yang disiapkan sebesar 500 kg, Bibit yang digunakan varietas dari Nganjuk, cuma kami belum punya akses kesana maka kami ambil dari endrekan. Anggaran yang kami gunakan sebesar Rp 220 juta," ungkapnya.

Ia juga mengatakan beberapa kendala yang dihadapi yaitu terkait air. Karena diarea lahan bawang merah itu tidak memiliki air maka pihak Bumdes menyiapkan air tangki setiap hari. Olehnya itu sebagai ketua Bumdes dirinya meminta bantuan kepada Pemerintah Daerah berupa pembuatan sumur bor.

"Kendala kita masalah air, kami dari proses penanaman sampai sekarang kita sudah menggunakan air kurang lebih 200 trek tangki dan kalau dihitung nominalnya sudah Rp 30 jutaan lebih, setelah ini kami akan evaluasi kembali," ungkap Uslami.

Kades Madodo Anas boy mengatakan selama dirinya menjadi kepala desa selama 3 tahun dana desa diperuntukkan untuk penataan halaman warga dengan memagaran kolektif, pengadaan bibit dan pengadaan bibit.

"2025 karena regulasi berubah bahwa Ketahanan Pangan itu wajib dikelola dengan BUMDES sesuai permendes nomor 23 tahun 2025, maka dana Ketahanan Pangan 20 persen dikelola oleh Bumdes," ungkapnya.

Anas mengatakan program Bumdes bisa berjalan dengan membudidaya bawa merah berkat kerjasama pemerintah Kabupaten, Kadis PMD, pendamping teknis Kabupaten pendamping kecamatan dan pendamping desa.

"Kendala kita hari hanya air semoga dapat perhatian dari pemerintah kabupaten Muna kedepan bisa dipikirkan terkait air ini termasuk akses jalan," ujarnya.