Berita Terkini
Sultra

Kapal Cepat Milik PT. Darma Indah Mulai Main Kasar, Bupati Muna Ancam Usir Dari Muna

Oleh Anuardin · Rabu, 24 September 2025 07:07 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Kapal Cepat Milik PT. Darma Indah Mulai Main Kasar, Bupati Muna Ancam Usir Dari Muna
Ketgam: Ketgam: Bupati Muna H.Bachrun dan Wakil Bupati Muna La Ode Asrafil saat memberi arahan kepada pihak Sahabandar, dishub Provinsi dan Dishub Kabupaten Muna. ((Foto: Anuardin))

PUBLIKSATU, RAHA --- Gelagat persaingan tidak sehat mulai diperlihatkan perusahan pelayaran kapal cepat PT Dharma Indah, yang melayani rute Kendari-Raha-Baubau, saat mendapat kabar akan beroperasinya kapal cepat Indomas 1.

Satu unit kapal cepat yakni Ekspres Prisilia mulai disiagakan di Pelabuhan Nusantara, Kota Raha, Ibu Kota Kabupaten Muna. Sebelumnya kapal ini tidak pernah terlihat berlabuh di Pelabuhan Nusantara.

Bukan saja itu, mereka menurun harga tiket sebelumnya Rp 160 ribu turun menjadi Rp 90 ribu untuk rute Raha - Kendari. Penetapan harga tiket itu tidak sesuai dengan tarif normal yang ditetapkan dalam Pergub nomor 90 tahun 2022 sebesar Rp 140 ribu

KKali ini PT. Darma Indah mulai berulah lagi setelah mengetahui ada kapal milik pengusaha lokal asal Kabupaten Muna akan beroperasi melayani rute Raha-Maligano dan Kendari.

Kelakuan pemilik kapal cepat PT. Darma indah ini membuat Bupati Muna H Bachrun geram. Bila terus melakukan persaingan tidak sehat maka Ia mengancam akan mengusir kapal Cepat Milik PT. Darma Indah itu keluar dari wilayah kabupaten Muna.

Bachrun mengatakan, pemilik kapal PT Dharma Indah terkesan melakukan monopoli untuk menyingkirkan pengusaha-pengusaha pelayaran lainnya. Bahkan Bachrun mengaku menemukan langsung pekan lalu harga tiket Raha-Kendari dibanderol Rp 90 ribu.

“Kenapa harga tiket itu tiba-tiba turun drastis. Bila tarif itu berlaku secara terus-menerus tidak masalah. Hanya saja, jangan sampai hanya akal-akalan untuk menyingkirkan pengusaha kapal lainnya,” tegas Bachrun, Selasa 23/9/2025.

Bachrun mengingatkan, bila pemilik kapal masih melalukan persaingan tidak sehat, ia tidak segan-segan akan mengusirnya dari Pelabuhan Nusantara.

"Kalau masih melakukan persaingan tidak sehat dengan tujuan mematikan usaha orang lain, kapalnya kita akan usir dari Muna. Saya akan bersurat ke gubernur," tegas Bachrun.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna, kata Bachrun, siap memfasilitasi pengusaha-pengusaha pelayaran yang masuk di Bumi Sowite. Karena adanya tambahan kapal makin banyak pilihan bagi masyarakat pada penggunaan transportasi laut.

"Kita inginkan ada perbaikan pelayanan dalam pelayaran, jangan ada persaingan yang tidak sehat," ujar Bachrun, yang juga Ketua Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Muna.

Sementara itu, Kabid Angkutan Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Muhammad Jalil Alfin Razak, memastikan harga tiket tidak sesuai dengan Pergub merupakan pelanggaran. Begitu juga bila harga tiket kelas ekonomi dinaikkan dari Rp 140 ribu menjadi Rp 165 ribu.

Bagikan