Berita Terkini
Sultra

Bupati Muna H. Bachrun Lantik 6.922 PPPK Paruh Waktu Terbanyak Se Indonesia

Oleh Ramli Akhmad · Kamis, 22 Januari 2026 01:24 WIB · 2 menit baca
Bupati Muna H. Bachrun Lantik 6.922 PPPK Paruh Waktu Terbanyak Se Indonesia
Ketgam: Bupati Muna H. Bachrun didampingi oleh Wakil Bupati Muna La Ode Asrafil dan Sekda Muna Eddy Uga saat melantik PPPK Paruh Waktu. ((Foto: Anuardin))

PUBLIKSATU, RAHA --- Bupati H. Bachrun menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muna Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Muna, Rabu, 21/01/2026.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Muna, Bupati Bachrun menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada 6.922 P3K paruh waktu yang hari ini resmi menerima SK pengangkatan.

“Saya Ucapkan selamat kepada seluruh PPPK paruh waktu, Alhamdulillah, penantian panjang itu akhirnya tiba juga hari ini,” ucapnya

Bachrun juga menegaskan bahwa sesungguhnya berdasarkan tenaga honorer yang dapat gaji honor sekitar dua ribu lebih, namun bila dibatasi dengan jumlah itu maka akan gaduh pemerintahan.

"Seharusnya yang diusulkan kemarin yang dibiayai dengan APBD selama ini, tanda tangan SK Bupati, diluar itu tidak boleh, lalu bagaimana dengan yang lain, ada yang di honor dari camat, Lurah, honor dari dana Bos dan sukarela dan lain - lain, tapi kalau saya hentikan ini apa yang terjadi, pertama pasti terjadi gejolak," ujarnya.

Bachrun mencotohkan di beberapa daerah lain, dimana mereka membatasi jumlah honorer yang dibolehkan hanyalah honorer yang dibiayai oleh APBD.

"Kenapa itu terjadi karena mereka konsiten tidak mau mengurangi APBD nya, jadi saya mengajak kita semua mari kita syukuri yang sedikit itu," ujarnya.

Pada kesempatan itu Bachrun juga mengajak kepada seluruh PPPK untuk mensukseskan program JATI salah satunya adalah jagung kuning.

"Kita akan manfaatkan ini agar daerah ini memiliki penghasilan, dan saudara-saudara yang terlibat langsung bisa mendapat penghasilan dan boleh jadi lebih besar dari ASN," pungkasnya.

Meski Kabupaten Muna saat ini menghadapi tekanan fiskal yang berat akibat pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat, yang mencapai hampir Rp121 miliar, namun bagi dia sebagai Bupati tidak patah semangat untuk membangun Daerah. (Anuardin)