Berita Terkini
Wakatobi

Danau Tailaro N'tooge Kapota Wakatobi, Ditempuh Menggunakan Ojek Laut

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 8 September 2018 07:27 WIB · 2 menit baca
Danau Tailaro N'tooge Kapota Wakatobi, Ditempuh Menggunakan Ojek Laut
Salah satu ojek laut (jonson) yang mengantar para pengunjung di Danau Tailaro N'tooge Kapota

DANAU Tailaro N'tooge, adalah salah satu objek wisata alam favorit di Pulau Kapota, Kecamatan Wangiwangi Selatan, juga di Kabupaten Wakatobi. Untuk bisa sampai ke tempat ini pengunjung harus menyebarangi perairan Kapota dengan menggunakan ojek transportasi laut atau jonson.

Hal ini karena Pulau Kapota terpisah dengan Wangiwangi, pusat pemerintahan Kabupaten Wakatobi. Dengan jarak kurang lebih 4 kilo meter, yang diakses dengan waktu sekitar 15 hingga 30 menit.

Ojek jonson terbuat dari kayu dan fiber menggunakan mesin TS. Meski kapasitas muatan hanya 10 sampai dengan 30 orang, pengunjung tidak usah kwatir sebab masyarakat Kapota sangat lihai membawa jonson apalagi saat-saat musim ombak.

Harga yang ditetapkan para ojek laut ini cukup murah yakni sekali jalan, per orang dihargai Rp 5.000 saja. Atau bisa juga dicarter dengan harga Rp 50. 0000 hingga 75. 000.

Bagi pengunjung photo graver ataupun pencinta alam, jika lagi beruntung, di perairan Kapota dan Wangiwangi ini sering dijumpai atraksi ratusan lumba-lumba yang sedang melintas. Pemandangan yang jarang ditemukan di daerah surga nyata bawah laut itu, mereka biasanya terlihat pada pagi hari sekitar pukul 06:00 Wita.

-

Pemred publiksatu.co menikmati indahnya sunset di Danau Tailaronto'oge, Kapota, Wakatobi

Belum lagi keseruan perjalanan lainnya. Seperti nelayana yang sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan. Jika pada pagi dan sore hari mata akan dimanjakan dengan pesona terbit dan terbenamnya matahari, bagian kecil dari pesona alam Kabupaten Wakatobi.

Ojek jonson sendiri, sudah berjumlah puluhan unit. Dan sudah ada sewaktu masa Wakatobi masih merupakan bagian dari Kabupaten Buton. Sampai sekarang mereka beroperasi dari pagi sampai sore hari. Sebab ojek jonson ini sudah menjadi salah satu pendapatan sebagaian kecil keluarga di pulau mungil itu.

-

Dirut Butonpos (kiri), Pemred publiksatu.co (tengah) dan Pemred Butonpos (kanan) berfoto di depan papan nama Danau Tailaronto'oge, Kapota Wakatobi

Bagi masyarakat Kapota, jonson sudah seperti jembatan penghubung ke pusat pemerintahan yang tak pernah putus. Apalagi sebagian besar kebutuhan belanja masyarakat ada di Wangiwangi. Atau orang Kapota yang bekerja sebagai pegawai dilingkup pemerintahan Kabupaten Wakatobi. (p10)