Dispora Wakatobi Dinilai Mencoreng Dunia Olahraga

PUBLIKSATU, WAKATOBI - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Wakatobi, dinilai sudah mencoreng dunia olahraga daerah itu. Instansi yang dinakhodai, La Ode Adili itu meninggalkan kesan buruk bagi siswa SMAN 2 Wangiwangi, terkhusus peraup juara satu lomba Cabor lari putera 10 kilo meter dalam kejuaraan Hari Olahraga Nasional (Haornas), Sabtu (15/9) kemarin.
Hal ini memaksa beberapa guru SMAN 2 Wangiwangi mengadu ke DPRD Wakatobi, Rabu (19/9). Dihadapan para wakil rakyat, Mahadia selaku jubir, menerangkan jika Dispora sebagai OPD penyelenggara kegiatan, dinilai kurang etis menghargai prestasi siswa yang sudah mengharumkan nama Wakatobi dengan uang Rp 400.000. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, diangka jutaan.
Menurut dia, Dispora sudah mencoreng dunia olahraga daerah. Apalagi sikap yang ditunjukkan Dispora membuat kecewa banyak orang tua siswa, terutama yang menjuarai Cabor lari putera 10 kilo, dengan mengembalikan hadian uang tersebut ke pihak sekolah.
Ia menduga, jika pelaksanaan kegiatan tidak melalui persiapan yang mapan. "Pertanyaannya, apakah layak hadiah Rp 400.000 diberikan kepada juara satu lomba lari 10 kilo meter. Dispora mesti bertanggung jawab," pinta dia.
Menanggapi hal ini, anggota DPRD, La Moane Sabara menegaskan, ini akan menjadi pembelajaran keras bagi DPRD terutama dalam pembahasan anggaran dalam kegiatan tahun-tahun berikutnya. "Oleh karena itu ini akan menjadi perhatian kita bersama pada pembahasan anggaran tahun 2011," pungkas dia.
Hal senada diutarakan, Sutomo Hadi. Ia menegaskan hal ini tidak pantas dilakukan. Usai rapat nanti sambung dia, akan disampaikan pada ketua DPRD agar dinas terkait dipanggil beserta panitia untuk dimintai pertanggung jawaban. (p10)