Upacara HUT TNI, Danrem 143/HO Sampaikan Amanat Panglima TNI
Bagikan

PUBLIKSATU, KENDARI - Upacara memperingati HUT TNI Ke-73 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, mengusung tema Profesionalisme TNI Untuk Rakyat, bertempat di Lapangan Eks MTQ Kota Kendari, Jumat (5/10/2018).
Bertindak selaku Inspektur upacara, Kolonel Arm Dedi Nurhadiman SIP Danrem 143/HO. Komandan Upacara, Mayor Inf Akhmad R. Yang seharinya menjabat sebagai Wadan Yonif 725/Woroagi.
Dalam upacara tersebut juga hadir para pejabat Utama Provinsi dan Kabupaten daerah Sultra, diantaranya, Gubernur Sultra, H Ali Mazi, SH,Wakil Gubernur Sultra DR. Lukman Abunawas, SH, M.Si , Ketua DPRD Prov.Sultra, Abdurrahaman Saleh, SH MSi, Kapolda Sultra, Brigjen Pol Iriyanto, SIK. Kabinda Sultra, Brigjen TNI Andi Sumangerukka. Mantan Wakil Gubernur Sultra, Brigjen TNI Purn Drs. Moch Saleh Lasata. Danlanal Kendari,Kolonel Laut (P) I Putu Darjatna. Danlanud HLO, Kolonel Pnb Nana Resmana. Wakil Kajati Sultra, Isnaeny Jabir. Pimpinan Forkopimda Sultra. Para Bupati dan Walikota Se-Sultra, Ketua Persit KCK Koorcabrem 143/Ho.
Dalam kesempatan itu Kolonel Arm Dedi Nurhadiman SIP membacakan
Amanat Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP, bahwa TNI bersama-sama berbagai komponen bangsa lainnya telah bekerja bahu-membahu.
Lanjut dia mengatakan TNI telah mengrahkan personil dan alutsistanya untuk memberikan pertolongan pertama, melaksanakan evakuasi, menyalurkan bantuan, memberikan pengamanan, serta memulihkan sarana dan prasarana secara bertahap.
"Kita berupaya sekuat tenaga meringankan beban yg diderita saudara-saudara kita. Pada tahun 2018 ini TNI telah terlibat dalam penanggulangan bencana di berbagai daerah, seperti kejadian luar biasa gizi buruk di Asmat - Papua, letusan gunung Agung di Bali, kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera, gempa bumi di Lombok, dan saat ini gempa bumi di Palu," kata Kolonel Arm Dedi Nurhadiman SIP.
Lanjut ia, tugas lain yang tidak kalah pentingnya adalah, membantu Pemerintah dalam mengatasi aksi terorisme, penegakan hukum di laut, pengamanan wilayah udara, serta terlibat dalam pengamanan even-even strategis nasional dan internasional, seperti pengamanan Asian Games, Asian Para Games, dan pengamanan sidang tahunan IMF-World Bank di Bali.
Dikatakannya pula tantangan masa kini yang juga perlu mendapatkan perhatian adalah hirup-pikuk kehidupan politik dan demokrasi bangsa Indonesia. Namun demikian diharapkan proses demokrasi tersebut tidak menimbulkan ancaman disintegrasi bangsa. (Cro1)