DAK Pariwisata Wakatobi Meningkat Rp 5 Miliar

PUBLIKSATU, WAKATOBI - Potensi pariwisata Kabupaten Wakatobi sudah diakui di pentas nasional. Pemerintah Pusat pun punya perhatian lebih terhadap kepariwisataan Wakatobi. Sampai-sampai pemerintah memberikan porsi anggaran lebih banyak daripada daerah lain.
Tahun depan, sektor pariwisata Wakatobi menduduki peringkat tertinggi dalam pemberian Dana Alokasi Khusus (DAK). Angkanya mencapai Rp 18 miliar. Jumlah itu menjadikan pariwisata Wakatobi mendapat DAK tertinggi di Indonesia.
Sama halnya tahun 2018, DAK pariwisata Wakatobi menduduki peringkat tertinggi pula, sebanyak Rp 13 miliar. Secara umum, ada peningkatan DAK sekira Rp 5 miliar antara tahun 2018 dan tahun 2019. DAK pariwisata ini terdiri dari DAK fisik lebih dari Rp 16 miliar dan sisanya untuk DAK nonfisik.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Wakatobi, Nadar menuturkan untuk tahun 2019 DAK fisik disalurkan untuk penugasan. Artinya, sudah ada menu peruntukannya dari pusat.
“Untuk tahun 2019 ini peruntukkan DAK fisik ini kita diarahkan untuk penyelesaian dermaga Marina Wakatobi dan pelabuhan berbasis pariwista,” ungkapnya, Jumat (7/12).
Sementara untuk DAK nonfisik yang nilainya sekira Rp 1 miliar lebih akan digunakan dalam bentuk kegiatan-kegiatan pelatihan.
“Pelatihannya seperti peningkatan kapasitas forum tata kelola pariwisata dan pandu selam. Ada kuliner, home stay, pemandu wisata budaya, ekowisata hingga snorkling,” ujar Nadar.
Sekedar diketahui, tahun 2018 ini Wakatobi kebagiananggaran DAK reguler. Sejumlah destinasi wisata yang tersebar di empat pulau dibenahi dan ada pula yang baru dibangun. Beberapa tahun terakhir ini, DAK Wakatobi termasuk yang tertinggi di Indonesia. (kp)