Jalan Kendari-Toronipa Mulai Dibangun, Gubernur Sultra Sudah Letakkan Batu Pertama
Bagikan

PUBLIKSATU, KENDARI - Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, H Ali Mazi-H Lukman Abunawas (AMAN) terus melakukan invonasi dan lompatan pembangunan serta berupaya mewujudkan harapan rakyat, melalui program unggulannya. Salah satu program unggulan yang kini mulai diwujudkan yakni pembangunan jalan penghubung Kendari–Toronipa.
Selasa (3/9) Gubernur Sultra Ali Mazi melakukan Ground Breaking Pembangunan Jalan Kendari-Toronipa di pintu gerbang pariwisata Toronipa. Dengan begitu, Ali Mazi sudah membuka jalur yang selama ini luput dari perhatian pemerintah. Padahal jalur ini memiliki arti bagi sejarah Kota Kendari dan menyimpan potensi yang selama ini belum digarap secara maksimal.
“Kota Kendari terkenal dalam sejarah, karena pantai yang memanjang dari Toronipa ke teluk Kendari. Banyak kapal yang menyusuri pantai ini untuk beristrahat di teluk yang aman dari gelombang setelah berlayar menyusuri Laut Banda,” ujarnya.
Dijelaskan, sepanjang pantai Kendari–Toronipa terdapat potensi wisata yang belum digarap secara maksimal. Padahal pariwisata di pantai tersebut memiliki tempat yang sangat strategis apabila dilekola dengan baik, karena dapat menghubungkan tempat wisata Pulau Hoga (Wakatobi) dan Pulau Labengki di Konawe Utara.
“Jalur ini kelak akan semakin berkembang, karena sudah ada kawasan industri Konawe dan pelabuhan Kendari New Port, sehingga akan memperkuat manfaat pembangunan jembatan Kendari kedepan,” paparnya.
Ia menjelaskan, jalan yang akan dibangun memiliki panjang sekitar 4,6 kilometer dengan lebar 27 meter dengan biaya konstruksi Rp 1,1 triliun. “Panjang jalan itu sekitar 4,6 meter dengan lebar jalan itu semula 40 meter, namun diubah menjadi 27 meter, karena adanya geometrik jalan, maupun perubahan jalur yang semula berada di atas laut yang membentang sepanjang lima kilometer dialihkan di pinggir pantai sehingga hanya butuh reklamasi,” terangnya.
Ali Mazi mengungkapkan, di tahun 2019 ini target pembangunan direncanakan sepanjang 2,3 kilometer dengan menghabiskan biaya sekitar Rp 144 miliar. Dan untuk pengembangan selanjutnya dilakukan secara multi years.
“Upaya ini memang memerlukan kerja keras, karena masih dihadapkan beberapa kendala, mulai dari tata ruang wilayah, penetapan kawasan strategis pariwisata provinsi hingga penggunaan lahan,” tukasnya.
Untuk itu, lanjutnya, Pemprov harus mengambil langkah cepat. Adapun langkah awal, yakni melakukan peninjauan terhadap peraturan daerah nomor 2 tahun 2014 tentang tata ruang wilayah provinsi. Dilanjutkan dengan langkah berikutnya yaitu revisi peraturan daerah tentang RTRW provinsi dan secara bersamaan akan dilakukan penyusunan master plan pembangunan kawasan strategis pariwisata provinsi untuk meyakinkan bahwa Toronipa dan sekitarnya akan menjadi kawasan pariwisata.
“Saya rasa ini akan mendukung langkah berikutnya, yakni status jalan akan dinaikan menjadi jalan nasional. Bila kawasan strategis pariwisata telah tercipta dengan demikian biaya pemeliharaan akan menjadi tanggung jawab pemerintah melalui APBN,” ungkapnya.
Untuk itu ia mengucapkan terimakasih kepada Wali Kota Kendari, Bupati Konawe, serta seluruh pihak yang mendukung Pemprov dalam melaksanakan pembangunan Sultra.
“Saya mengajak agar terus bekerja sama dan saling mendukung, serta memperkuat dan bersinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui program pembangunan yang bernilai manfaat secara bekelanjutan. Dengan mengoptimalkan potensi yang ada guna mewujudkan Sulra yang aman, maju, sejahtera, dan bermartabat. (m1)