Masuk Cagar Biosfer Dunia, Berpotensi Pacu Ekonomi Masyarakat Wakatobi
Bagikan

PUBLIKSATU, WAKATOBI - Beruntung masyarakat Kabupaten Wakatobi, tidak hanya ditetapkan sebagai 10 top ten pariwisata nasional. Daerah itu juga telah masuk dalam daftar Cagar Biosfer dunia. Kalau dikelola dengan baik, branding itu berpotensi memacu perekonomian masyarakat Wakatobi sendiri.
"Jadi misinya cagar biosfer itu untuk membangun ekonomi berkelanjutan. Seperti ekowisata, Pokdarwis. Jadi produk-produk masyarakat akan kita branding dengan Cagar Biosfer supaya nilainya naik," terang Direktur Eksekutif Komite Nasional Prog. MAB Unesco Indonesia LIPI, Prof. Dr. Ir. Purwanto usai kegiatan Evaluasi Cagar Biosfer Kabupaten Wakatobi di aula Huma Lakapala, belum lama ini.
Menurutnya, Cagar Biosfer itu berbicara antar alam dan manusia. Dalam artian bahwa alam Kabupaten Wakatobi harus tetap terjaga, begitu pula ekosistemnya. Caranya lewat konservasi dan riset. Tetapi, semua itu mesti didukung komitmen yang tinggi dari semua pihak. Termasuk daerah dan pengelola Taman Nasional (TN) Wakatobi.
Jika sudah begitu, bukan hal yang mustahil lagi tercipta ekonomi berkelanjutan. "Keterlibatan semua pihak, masyarakat, lintas sektor. Pokonya semuanya," sambungnya.
Purwanto menilai, dari sisi ekonomi perlunya regulasi. "Legalitas penting. Jadi kalau ditingkat nasional untuk RPP untuk cagar biosfer karena itu amanah undang-undang. Kalau ditingkat Wakatobi perlu mislanya, Perda Ekonomi berkelanjutan," tutupnya. (m5)