Jelang Pilkada, Lintas Pemuda dan Mahasiswa Butur Serukan Tolak Politik Uang
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON UTARA - Forum Komunikasi Lintas Pemuda dan Mahasiswa Buton Utara (FOKUS-LPM BUTUR) meminta seluruh masyarakat agar tidak tergoda dengan uang yang ditawarkan untuk mendukung salah satu calon menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara.
Rencananya, Pilkada di daerah tersebut bakal diberlangsung pada 23 September 2020 mendatang.
"Kita semua berharap dalam Pemilu kali ini dapat terlaksana dengan bersih, jujur dan adil tanpa iming-iming sejumlah uang terhadap masyarakat sebagai syarat memilih kandidat," ujar ketua FOKUS-LPM BUTUR, Asra Mala Umar, SH kepada publiksatu.co, Minggu (8/9/2019).
Umar menjelaskan jika menelaah secara lebih mendalam, Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 sebagaimana perubahan UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada mengatur sanksi pidana bagi pihak manapun yang menjalankan praktik politik uang.
Artinya, kata dia telah jelas bahwa tidak ada alasan untuk melakukan praktik politik uang karena apapun alasannya. Jika terbukti, orang tersebut memilih atau tidak memilih karena ada uang yang dijanjikan, maka tindak pidana itu terpenuhi.
Tak hanya kepada pemberi, penerima uang berbau politik itu juga dikenakan sanksi pidana yang sama dengan pihak pemberi.
Sesuai sanksi yang telah diatur dalam Pasal 187 poin A hingga D dalam UU Nomor 10 Tahun 2016.
Dalam pasal tersebut disebut bahwa orang yang terlibat politik uang bisa di penjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan. Serta denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.
Patut di pahami bersama bahwa praktik politik uang bukan saja semata diciptakan oleh kandidat-kandidat kepala daerah yang nakal, namun hal itu diciptakan juga oleh kondisi tak beraturan yakni kemiskinan, ketimpangan serta hilangnya harapan rakyat terhadap masa depan kehidupnya.
Lanjut, dia menjelaskan berangkat dari situasi yang sangat carut inilah yang kemudian membenarkan praktik politik uang adalah hal normal yang bisa mengantarkan masyarakat pada kesejahteraan sementara.
Untuk itu dalam situasi ini FOKUS-LPM BUTUR mengajak pada seluruh rakyat Indonesia khususnya di Buton Utara agar tidak terjebak pada iming-iming sejumlah uang karena setiap suara adalah penentu masa depan daerah selama lima tahun mendatang. Apakah akan lebih baik atau buruk?
Tidak hanya itu, menurutnya, Politik uang adalah sebuah kemunduran berpikir dalam demokrasi yang harus dilawan oleh semua pihak.
Kemudian, menyerukan kepada seluruh masyarakat Buton Utara agar tetap menjaga persatuan di dalam berbagai perbedaan pilihan pasangan calon kepala daerah. Demi terciptanya pemilihan umum yang damai dan nyaman. (Cro2)