Wakatobi

Melihat Persiapan Pelaksanaan Festival Barata Kahedupa

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 17 September 2019 15:01 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Melihat Persiapan Pelaksanaan Festival Barata Kahedupa
Bupati Wakatobi H Arhawi disambut meriah oleh warga Kaledupa, mulai dari pelajar hingga ASN

FESTIVAL Barata Kehidupa (FBK) kembali akan digelar di Wakatobi. Even tahunan ini rencananya akan berlangsung dua hari, yakni tanggal 17-18 September 2019. Namun Bupati Wakatobi Arhawi dijadwalkan akan membuka acara hari ini datang sejak kemarin.

------------

ORANG nomor satu di Wakatobi itu disambut dengan meriah oleh masyarakat pulau yang dikenal dengan sebutan Gau Satoto (bicara jujur, pegang amanah) itu. Setibanya di dermaga Langge Arhawi bersama rombongan disambut mulai dari pelajar masyarakat hingga aparatur sipil negara (ASN).

Amatan koran ini, mulai dari dermaga tampak ratusan masyarakat Kaledupa berbaur dengan sejumlah siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah dasar (SD).

Sekitar satu jam tiba di Rumah Jabatan (Rujab) Camat Kaledupa Selatan. Arhawi, menuju aula pertemuan Kaledupa Selatan dalam rangka rapat koordinasi sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah 2019 bersama pemerintah desa dan kelurahan.

Selama di Pulau Kaledupa, Arhawi, juga diagendakan menjadi inspektur upacara Hari Perhubungan yang dilaksanakan di Pulau Kaledupa yang digelar pada Selasa (17/9).

Di hari yang sama, Arhawi juga diagendakan akan membuka Festival Barata Kahedupa 2019.

Berlangsung di pulau surga bawah laut tropis Wakatobi Festival Barata Kaledupa 2019 direncanakan akan menampilkan kesenian tradisional, permainan rakyat, selera kuliner, dan kerajinan tangan.

Festival ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian acara tahunan Wakatobi Festival dan Expo (Wave) yang indah yang akan berlangsung di Pulau Wangiwangi.

Puncak festival akan menjadi 'Karia' yang diterjemahkan berarti pesta. Bagi orang Wakatobi, Karia mengacu pada perayaan yang dirayakan pada saat-saat penting dalam kehidupan seseorang seperti kelahiran, usia lanjut, dan pernikahan.

Dalam festival ini, Karia akan menggambarkan perayaan seputar usia seseorang atau ritual yang melambangkan transformasi dari anak ke masa dewasa. Sebelum festival, mereka yang merayakan kesempatan tersebut akan mengirim jagung, kelapa, dan berbagai tanaman lainnya ke kepala sesepuh desa. Hasil panen ini akan memberikan kontribusi untuk jamuan makan di acara tersebut.

Ritual Henauka Nu Mo'ane akan dipentaskan dan diikuti oleh Henauka Nu Wowinethe keesokan harinya. Di Henauka Nu Mo'ane, anak laki-laki yang berpartisipasi dalam ritual tersebut akan diarak dari sebuah masjid ke lapangan terbuka dimana Karia akan berlangsung. Keesokan harinya Henauka Nu Wowine, giliran gadis-gadis itu diarak dari rumah mereka ke lapangan disertai lagu dan tarian tradisional.

Ritual lain yang menarik adalah 'porimbi-rimbia', tradisi pra-perjodohan untuk anak laki-laki dan perempuan di pulau ini. Orang tua dari anak laki-laki akan mengunjungi orang tua anak perempuan bersama dengan prosesi persembahan makanan, tanaman pangan dan uang yang dirancang dalam bentuk rumah sebagai simbol proposal dalam pernikahan.

Seluruh proses Karia akan sampai pada final-nya dengan ritual Hebangka. Ritual Hebangka-bangka akan ditandai dengan dikeluarkannya miniatur kapal tradisional Wakatobi yang membawa barang tradisional ke tempat laut terbuka. Tindakan ini melambangkan pelepasan semua kesalahan dan kejadian yang tidak semestinya yang mungkin terjadi selama ritual karia.

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk benar-benar dekat dengan orang-orang Wakatobi dan budaya unik mereka. (***)

Bagikan