Sultra

Para Aktivis 98 “Turun Gunung” Usut Kasus Tewasnya Dua Mahasiswa UHO

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Minggu, 6 Oktober 2019 02:31 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Para Aktivis 98 “Turun Gunung” Usut Kasus Tewasnya Dua Mahasiswa UHO

PUBLIKSATU, Para aktivis senior asal Sulawesi Tenggara (Sultra) nampaknya sudah mulai resah atas lambannya penanganan kasus tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari saat aksi demonstrasi, di DPRD Sultra 26 September 2019 silam.

Para aktivis senior eks 1998 melihat kasus ini tak memiliki kejelasan arah hingga hari kedelapan pasca demo rusuh itu. Mereka pada akhirnya harus turun gunung dengan membuat Crisis Center Penanganan Kasus September Berdarah (Sedarah).

Mereka terdiri atas dari Endang (Anggota DPRD Sultra dari Partai Demokrat), Hidayatullah (Jaringan Demokrasi Indonesia, Eks Ketua KPU Sultra), Mastri Susilo (Ombudsman Sultra), Akhmad Aljufri (Ketua PW Muhammadiyah Sultra), Haji Muslim (Ketua PW NU Sultra) dan lainnya.

Crisis Center itu berada di Kantor PW Muhammadiyah Sultra, Jalan Ahmad Dahlan, Kadia, Kota Kendari, Sultra. Ia akan dikelola oleh Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) Sultra yang juga beranggotakan Walhi, Eksponen 98, Alumni UHO, Alumni Unsultra, KAHMI, IKA PMII, Pemuda Muhammadiyah, IMM, IKA Teknik, dan Badan Eksekutif Mahasiswa.

“Kami tidak bisa membiarkan adik-adik kami para mahasiswa berjuang mencari keadilan sendiri. Ini sudah hari kedelapan dan belum ada penetapan satu tersangka pun oleh polisi. Kami mendesak agar kasus ini diusut dengan secepat-cepatnya, dengan seterang-terangnya,” kata Endang, Anggota DPRD Sultra yang mewakili aktivis senior saat jumpa awak media, Jumat petang (4/10) kemarin.

KMS Sultra menilai, saat ini dibutuhkan pelibatan masyarakat sipil yang sifatnya partisipatoris yang akan memantau kasus ini hingga akhir untuk memastikan para korban mendapatkan keadilan.

“Kami mengimbau Gubernur Sultra dan Walikota Kendari supaya lebih berperan aktif dalam proses ini agar kasus ini dapat terselesaikan dengan baik. Pemda tidak boleh menarik diri dari kasus ini. Kami di KMS bertanya-tanya seperti apa progres penanganan kasus ini. Ini bukan kasus kecil, ini adalah kasus besar. Dibutuhkan akselerasi dalam penyelesaian kasus ini,” imbuhnya.

KMS Sultra dijadwalkan kembali akan melakukan pertemuan pada Senin (7/10) pekan depan guna membahas hal-hal teknis dari pemantauan dan pengusutan kasus ini. (SI/PS)

Bagikan