Pertimbangkan Tensi Politik Daerah

PUBLIKSATU, WAKATOBI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi, belum menjadwalkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun depan. Mengingat waktu Pilkades nanti, tidak berselang lama dengan pelaksanaan Pemilihan Bupati (Pilbub) Wakatobi 2020 kedepan, mengingat tensi politik daerah.
Pemkab Wakatobi telah mengantisipasi hal itu, tentu lewat kajian yang matang. Apalagi berdasarkan data, total peserta Pilkades nanti sebanyak 44 desa se- Wakatobi. Makanya, saat ini Pemkab terus berkoordinasi dengan Pemprov Sultra.
Meski begitu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3APMD) Wakatobi, La Ode Husnan menilai, Pilkades Wakatobi bisa saja berlangsung pasca Pilbup.
"Kalau menurut saya, bisa saja selesai Pilkada ini. Takutnya kita akan berdampak pada stabilitas politik daerah," terang La Ode Husnan diruang kerjanya, Senin (7/10).
Selain itu, akan berimbas pada Pilbub. Meski begitu menurut La Ode Husnan, untuk tahapan Pilkades tidak masalah dimulai sebelum ataupun sesudah Pilbub. Asal pelaksanaannya yang tidak tabrakan. Apalagi detline waktu Plt Kades hanya 6 bulan saja.
"Sebenarnya yang kita hindari adalah hari H (pelaksanan) nya. Karena biasa masalah itu muncul setelah hasil. Sehingga hemat kami bahwa Pilkades setelah. Tahap bisa sebelum Pilbub karena mau tidak mau harus berproses selama 6 bulan," tandasnya.
Untuk jumlah anggaran Pilkades sendiri, dirinya hitung-hitung daerah harus menyiapkan 1 milyar lebih. (m5)