Berita Terkini
Wakatobi

RSUD Wakatobi Kantongi Akreditasi Bintang dua, Dr. Munardin Malibu, Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Oleh Redaksi Publiksatu / Andre · Rabu, 25 Desember 2019 15:11 WIB · 2 menit baca
RSUD Wakatobi Kantongi Akreditasi Bintang dua, Dr. Munardin Malibu, Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

PUBLIKSATU, WAKATOBI -

Semangat baru tengah menghampiri Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Wakatobi. Pusat pelayanan kesehatan masyarakat Wakatobi dibawah Kepemimpinan Direktur, Dr. Munardin Malibu tersebut, baru saja mendapat sertifikasi pengakuan akreditasi tingkat dasar ( bintang dua).

Informasi yang diterima Buton pos, sehari sebelum perayaan HUT Kabupaten Wakatobi Ke -16, Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), merilis hasil Survei Akreditasi SNARS edisi 1 RSUD Wakatobi, (2/4/2019) lalu.

Rilis tersebut menyebutkan, RSUD Wakatobi memenuhi standar kelayakan akreditasi rumah sakit, lulus dengan predikat akreditasi tingkat dasar (bintang dua).

"Alhamdulillah. Ini semua berkat dukungan semua pihak yang terlibat, utamanya kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Wakatobi, Wakil Bupati dan Sekda yang telah luar biasa mensupport kami selama ini. Termasuk rumah sakit-rumah sakit yang menjadi pembimbing dan menjadi tempat kami melaklukan studi banding, yaitu RS Bahteramas Kendari, RS Kota Bau-Bau dan RS DR. Soetomo Surabaya" tutur Dirut RSUD Wakatobi, Dr. Munardin Malibu.

Menurutnya, RSUD Wakatobi kini sudah berstandar nasional. Dan telah memenuhi Undang-undang No. 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit dan Permenkes No. 12 Tahun 2012 tentang akreditasi. Dengan demikian, kerjasama dengan BPJS kesehatan dan Kartu Kesehatan Bersinar dapat tetap berlanjut.

Dr Munardin Malibu juga mengatakan, pihaknya juga berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan agar bisa setara dengan rumah sakit standar nasional lainnya.

Dengan begitu, sambung dia, semua masyarakat termasuk pemegang kartu BPJS akan terlayani dengan baik.

"Dimana kita ketahui bersama bahwa, BPJS akan memutuskan kerjasama bila RSUD kabupaten Wakatobi belum terakreditasi hingga akhir Desember 2019 ini. Di pundak kami lah masyarakat Wakatobi ini meletakkan harapan agar tetap dapat menggunakan kartunya. Nah, inilah salah satu penyemangat kami dalam mengejar akreditasi ini," pungkasnya. (m5)